Kisah Sukses Andry Agus Mengembangkan Alga Spring Bed
Siapa menyangka kalau Andry sebenarnya sama sekali tidak punya latar belakang usaha spring bed.
Editor:
Hendra Gunawan
Keterpurukan itu efek dari krisis ekonomi nasional yang sangat pelik. Selain peristiwa ekonomi, kondisi politik yang tidak stabil juga mempengaruhi bisnisnya.
Saat itu, ia harus kehilangan sekitar 30% karyawannya demi mempertahankan perusahaan. “Waktu itu sepi kondisinya. Ini berlangsung sampai tahun 2004. Di tahun 2005 kondisinya sudah mulai membaik,” kata Andry.
Memasuki tahun 2009, bisnisnya kembali pulih dan menalami pertumbuhan sampai saat ini.
Baginya, sukses yang diraih ini tak lepas dari dukungan istri dan keluarga. Ia bilang, dukungan karyawan yang telah bekerja bertahun-tahun dengannya ini juga memperngaruhi kesuksesannya.
Menurutnya, bisnis spring bed yang terus eksis hingga saat ini merupakan hasil disiplin kerja yang telah ia terapkan ke seluruh karyawan. Tidak ada perbedaan perlakuan dari Andry sebagai pimpinan perusahaan kepada seluruh karyawannya.
“Semua jabatan sama. Termasuk saya. Tidak ada perbedaan. Begitupula dengan tamu dan karyawan di pabrik. Yang penting kerja dengan baik, kalau salah tetap saya peringatkan,” kata Andry.
Untuk terus memenuhi kebutuhan konsumen, Andry selalu membuat inovasi baru. Ia bilang, beberapa waktu lalu banyak konsumen meminta dibuatkan spring bed yang bisa mengatasi sakit tulang punggung, tapi tetap nyaman dan empuk saat dipakai tidur.
Untuk memenuhi permintaan konsumen tersebut, ia baru saja menciptakan produk baru yang terinspirasi dari teknologi Eropa. Yaitu mini pocket spring. Ia bilang, produk ini tidak mengurangi kualitas produk spring bed super keras.
Mini pocket spring atau pegas berukuran kecil ini meredam kerasnya Alga spring bed super keras, sehingga tetap nyaman saat digunakan.
Ia juga mengklaim, produk barunya ini merupakan satu-satunya di Indonesia bahkan Asia Tenggara. "Hak paten teknologi ini sudah dipegang Alga," tutur Andry.
Seluruh produk spring bed Alga ini diproduksi di pabrik yang berlokasi di daerah Bogor, Jawa Barat. Sementara pemasarannya melalui distributor dan agen-agen di seluruh Indonesia.
Andry bilang, banyak pelanggannya berasal dari kota-kota besar di seluruh Indonesia, seperti Medan, Surabaya, Palembang, Bandung, Malang, Pontianak, hingga Samarinda.
Tak jarang ada juga pembeli yang sengaja memesan spring bed Alga untuk dibawa ke luar negeri guna dipakai sendiri. Selain melalui distributor dan keagenan, konsumen juga bisa membeli langsung di showroom Alga yang lokasinya tak jauh dari stasiun Jakarta Kota.
Di sana, pembeli dapat melihat langsung contoh dari berbagai pilihan spring bed merek Alga. Tidak sampai sini saja, nantinya Andry juga akan terus melahirkan spring bed dengan inovasi baru demi kesehatan masyarakat Indonesia.
Seluruh produk spring bed Alga terbuat dari bahan-bahan berkualitas, seperti polyester sisal, cotton sheet, conwed netting, dan pegas berkualitas tinggi dengan ketebalan hingga 2,5 milimeter (mm) yang dapat menopang tulang punggung dengan sempurna. Susunan dalam spring bed Alga tidak menggunakan busa.
Selain pasar dalam negeri, ia juga berencana mengekspor spring bed Alga ke berbagai negara. Saat ini, rencana tersebut masih tahap penjajakan.(Yuthi Fatimah)