Petral Dibentuk di Hongkong, Mafia Migas Ikut Pindah
Tujuan utamanya Petral dibangun di luar negeri untuk menghindari kegiatan korupsi yang terjadi di Pertamina
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf khusus Menteri ESDM Said Didu menceritakan awal mula PT Pertamina Energi Trading Limited (Petral) dibentuk di Hongkong pada zaman Presiden Soeharto.
Tujuan utamanya Petral dibangun di luar negeri untuk menghindari kegiatan korupsi yang terjadi di Pertamina pada saat itu.
"Alasannya Petral didirikan betul saat Pak Harto melihat korupsi di Pertamina sangat tinggi, dan dibentuklah perusahaan di Hongkong," ujar Said di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2015).
Meski sudah dibentuk di Hongkong, Said mengaku para mafia migas ikut pindah kesana.
"Tapi ternyata mafianya pindah ke sana, karena mafia di Singapura maka Petral badan hukum Hongkong yang kerja di Singapura," kata Said.
Said memaparkan pada saat Petral dipindah ke Singapura, semua pasokan impor minyak bisa di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Namun hal tersebut tidak perlu dilakukan karena saat ini fungsi Petral sudah diberhentikan dan diganti oleh Integrated Supply Chain (ISC).
"Dulu kita tidak anti petral tapi kita berharap yang suplai minyak ke Pertamina bisa di audit BPK," kata Said.
Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, saat ini Petral telah berhenti melakukan pengadaan impor minyak.
Fungsinya dialihkan kepada ISC yang langsung dibawahi oleh PT Pertamina. Namun Petral sudah melakukan pemesanan impor minyak selama enam bulan ke depan, karena itu ISC belum melakukan pengadaan menunggu volume distribusi minyak impor selesai.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.