Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengamat Ekonomi Sebut Kinerja Menteri BUMN Belum Ada Prestasi Menonjol

Fuad Bawazier menilai kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno dalam Kabinet Kerja belum menunjukkan prestasi apapun.

Pengamat Ekonomi Sebut Kinerja Menteri BUMN Belum Ada Prestasi Menonjol
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin (tengah), bersama mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier (Kiri), dan mantan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris (kanan), dan berapa tokoh yang mengatasnamakan diri GMKN (Gerakan Menegakkan Kedaulatan Negara) mendatangi KPK Jalan Rasuna Said, kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2013). Mereka memberikan dukungan kepada KPK untuk memberantas korupsi di sektor migas yang sangat merugikan rakyat baik pada era SKK Migas maupun sebelumnya. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ahli ekonomi, keuangan dan politik Fuad Bawazier menilai kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno dalam Kabinet Kerja belum menunjukkan prestasi apapun.

"Belum kelihatan, yang menonjol belum ada. Belum ada prestasi," kata Fuad kepada wartawan, Senin (29/6/2015).

Menurutnya, sejauh ini Rini menjadi sorotan publik di kementerian BUMN hanya karena soal pengangkatan komisaris dan direksi yang memiliki latar belakang politisi.

"Yang malah menjadi sorotan publik justru hanya soal pengangkatan komisaris dan direksi, karena ada beberapa orang yang dinilai tidak mumpuni. Cenderung politisasi. Jadi menurut saya belum ada prestasinya," katanya.

Pengamat Ekonomi-Politik AEPI (Asosiasi Ekonomi-Politik Indonesia) Salamudin Daeng menyoroti masalah lain dalam kepemimpinan Rini di Kementerian BUMN. Dia meminta Rini lebih terbuka soal penggunaan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 72 triliun pada sejumlah perusahaan plat merah yang menerimanya.

"Bicaralah apa programnya, apa rencananya BUMN setelah mendapat penyertaan modal dari DPR? Uang negara sebesar Rp 72 T mau diapakan? Target-target dia apa terhadap BUMN? Jangan diam saja, jangan bergerak seperti tidak kelihatan. Itu kan seperti mafia," katanya.

Menurutnya, kekacauan ekonomi dalam negeri yang terjadi saat ini tidak terlepas dari peranan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang seharusnya mampu menjadi penopang perekonomian. "Kekacauan dalam Pertamina, kekacauan dalam berkaitan pengadaan barang di BUMN setelah mereka mendapatkan restu suntikan dana dari DPR, kan sampai sekarang juga kita belum lihat langkah-langkah, dan programnya apa," tutur dia.

Dia menuding Rini selama tertutup dari sorotan publik. Pergerakan Rini yang serba diam-diam justru menggambarkan seperti pergerakan mafia.

"Programnya aja apa kita engga tau, bu Rini ini rencananya apa? Dia seperti orang yang beroperasi dan memahami dirinya sendiri secara rahasia, kita engga berhak tahu kali yah, pernah dengar ga Rini mau bikin apa? Kita mau tahu Rini Soemarno mau buat apa? Punya rencana apa? Itu yang paling penting, karena selama ini diam saja, bergerak seperti secara rahasia, kan pergerakan itu disebut pergerakan mafia," katanya.

Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Budi Prasetyo
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas