Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tahun Lalu, Bakrie Plantations Bukukan Penjualan Rp 1,57 Triliun

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berhasil membukukan nilai penjualan sebesar Rp 1,57 triliun sepanjang 2016

Tahun Lalu, Bakrie Plantations Bukukan Penjualan Rp 1,57 Triliun
KONTAN
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berhasil membukukan nilai penjualan sebesar Rp 1,57 triliun sepanjang 2016.

Laporan keuangan 31 Desember 2016 yang dirilis kemarin menyebutkan, seperti penjualan ini ditopang dari komoditas sawit dengan nilai penjualan Rp 1,15 triliun dan komoditas karet Rp 419 miliar.

Direktur Investor Relations UNSP Andi W Setianto mengatakan, perseroan tengah melakukan sejumlah program revitalisasi perkebunan dan fasilitas produksi untuk menjaga produktivitas kebun inti sawit dan karet.

Dia juga mengatakan, capaian di 2016 tak terlepas dari strategi perusahaan di tengah diskon harga jual CPO (Crude Palm Oil) domestik akibat kebijakan CPO Fund Pemerintah memungut US$ 50 per ton CPO untuk subsidi program bio diesel nasional, dan El-Nino yaitu kondisi cuaca ekstrem udara kering dan kurangnya curah hujan yang menyebabkan kemarau panjang dan kekeringan.

“Kami bekerja keras dengan sebaik-baiknya mengatasi kondisi air di kebun akibat cuaca ekstrem El Nino tahun lalu, untuk menjaga produktivitas kebun inti sawit dan karet. Sesuai siklus tahunan," kata Andi dalam keterangan tertulis, Jumat (5/5/2017).

Dia mengatakan, peningkatan produksi sawit terjadi di kuartal 3 tahun 2016. Jika ditotal, sepanjang 2016 ada peningkatan produksi sawit mulai terlihat di kuartal 3-2016 dan penurunan produksi sawit inti sepanjang 2016 akibat El Nino sesuai rata-rata nasional 10 persen.

"Gross Profit Margin di sepanjang 2016 membaik ke 30,4 persen dari 25,6 persen di 2015. Optimalisasi produktivitas pabrik juga dilakukan dengan pembelian sawit dan karet dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka”, kata Andi.

Lebih lanjut, Andi menyebut, kondisi El Nino di tahun 2015 dan program bio diesel domestik menyebabkan berkurangnya ekspor pasokan sawit dunia untuk tahun 2016, dan kondisi itu menjadi katalis perbaikan harga CPO di semester kedua 2016.

Ikuti kami di
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas