Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Proyek Infrastruktur 'Elevated' Dihentikan Sementara Untuk Evaluasi, Apa Saja yang Akan Dibahas?

Pemerintah dipastikan menghentikan sementara seluruh pekerjaan pembangunan infrastruktur pada struktur layang yang menggunakan beban berat.

Proyek Infrastruktur 'Elevated' Dihentikan Sementara Untuk Evaluasi, Apa Saja yang Akan Dibahas?
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Tiang bekisting pierhead atau cetakan untuk pengecoran beton pierhead ambruk dekat gardu Tol Kebon Nanas, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018). Tiang bekisting pierhead atau cetakan untuk pengecoran beton pierhead proyek pembangunan Tol Becakayu tersebut ambruk, sehingga menyebabkan 7 pekeja orang terluka. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah dipastikan menghentikan sementara seluruh pekerjaan pembangunan infrastruktur pada struktur layang yang menggunakan beban berat.

Penghentian dilakukan dalam rangka evaluasi besar-besaran pembangunan infrastruktur layang karena meningkatnya jumlah kecelakaan konstruksi.

Evaluasi nantinya akan dipimpin oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan dibantu oleh Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI).

Lalu apa saja yang akan dievaluasi?

Ketua umum AKI yang juga Direktur Utama PT Adhi Karya Budi Harto menjelaskan evaluasi akan dilakukan pada metode kerja yang diterapkan, hingga sistem pelaksanaan.

Sumber Daya Manusia (SDM) juga akan masuk ke dalam evaluasi terutama pada metode dan disiplin kerja.

"Yang dievaluasi itu metode kerja dan juga sistem pelaksananya. (Paling penting) metode, disiplin kerja," ucap Budiharto saat ditemui di Kantor Kementeran PUPR, Rabu (21/2/2018).

Agar lebih mendetail juga akan dibuat tim evaluasi yang terdiri dari lima sampai tujuh orang dari masing-masing kontraktor untuk mengawasi dan memberikan rekomendasi ke pemerintah proyek mana yang diteruskan.

"Itu mereka berikan guidance apa yang harus dilakukan. Mereka evaluasi prosedur dan metode kerja yang dilaksanakan terkiat kualitas dan kesalamatan kerja," ungkap Budiharto.

Evaluasi disebutkan akan memakan waktu seminggu hingga tiga minggu dan evaluasi diadakan pada proyek-proyek yang prioritas terlebih dahulu.

Sehingga nantinya waktu dimulainya pembangunan konstruksi akan berbeda-beda sesuai dengan hasil evaluasi.

"Enggak lama (evaluasi) paling seminggu sampai tiga minggu. Tim ini akan segera dibentuk dan kerja. Bahwa proyek ini sudah menenuhi syarat atau belum," ucap Budiharto.

Adapun pemberhentian pembangunan elevated berlaku untuk seluruh proyek mulai dari jalur layang Light Rail Transit (LRT) baik yang di Jakarta maupun Palembang, jalur layang Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, jalur layang Tol Cikampek maupun jalur layang kereta.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas