Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kebijakan Mendagri dikeluhkan Pengusaha Hotel, Apa Reaksi Jokowi?

Keluhan tersebut pun langsung dijawab oleh Jokowi saat memberikan awal kata sambutannya.

Kebijakan Mendagri dikeluhkan Pengusaha Hotel, Apa Reaksi Jokowi?
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Muhammad Pradana Indraputra, Ketua Kordinator Relawan Milenial Jokowi-Maaruf Amin, dihadapan puluhan ribu peserta membacakan isi Deklarasi Alumni SMA Jakarta Bersatu, mendukung Pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Maaruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, Minggu (10/2/2019) yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/IST 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat beberapa keluhan dari pengusaha hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Satu diantara keluhan yang disampaikan Ketua PHRI Hariyadi Sukamdani yaitu terkait adanya rencana kebijakan dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo agar jajarannya di pusat dam daerah tidak melakukan kegiatan di hotel.

Keluhan tersebut pun langsung dijawab oleh Jokowi saat memberikan awal kata sambutannya.

"Pertama saya ingin menjawab apa yang menjadi ucapan Mendagri dulu. Tadi baru saja saya diberitahu sudah beres pak tidak akan ditindaklanjuti," ucap Jokowi di sambut tepuk tangan para pengusaha hotel dan restoran.

"Baru aja ini tadi dijawab langsung oleh Mendagri tidak ditindaklanjuti," sambung Jokowi yang kembali disambut riuh para hadirin.

Baca: Jokowi Macan Asia Menggema di Malaysia

Selain persoalan tersebut, PHRI juga mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat karena tingginya harga avtur di dalam negeri.

Hal itu, berdampak kepada jumlah hunian serta kunjungan wisatawan ke hotel maupun restoran di berbagai daerah, karena tingkat wisatawan mengalami penurunan.

Keluhan tersebut pun langsung di jawab Jokowi yang akan segera memanggil Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati untuk memilih satu dari dua pilihan.

"Pilihannya hanya satu, harganya bisa sama dengan harga internasional tidak? Kalau tidak bisa, saya akan masukkan kompetitor lain, sehingga terjadi kompetisi," ucap Jokowi.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas