Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Transaksi GoFood Capai 50 Juta/Bulan, Tertinggi di Asia Tenggara

Manajemen platform layanan pesan antar, GoFood mengklaim menjadi layanan terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara.

Transaksi GoFood Capai 50 Juta/Bulan, Tertinggi di Asia Tenggara
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan Noer Adi Wardojo (kedua kanan) bersama Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo (kedua kiri), Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita (kanan) berbincang dengan Mitra Driver Gojek Slamet (kiri) saat peluncuran inisiatif GoGreener di Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Kamis (8/8/2019). Inisiatif GoGreener dimulai oleh GoFood melalui pilihan untuk tidak menyertakan alat makan sekali pakai saat memesan makanan di aplikasi dan menyediakan tas pengantaran makanan yang dirancang khusus untuk mitra driver Gojek. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Manajemen platform layanan pesan antar, GoFood mengklaim menjadi layanan terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara.

Saat ini GoFood unggul dari pemain lainnya yang menawarkan layanan sejenis.

Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, tren transaksi di GoFood mengalami kenaikan signifikan dalam enam bulan terakhir yang mencapai 50 juta per bulan.

"Dalam enam bukan terakhir, tercatat jumlah transaksi GoFood meningkat dua kali lipat mencapai lebih dari 50 juta transaksi di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya," kata Catherine dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Catherine menilai, kehadiran GoFood dengan sejumlah layanan membuat konsumen tidak perlu repot ketika ingin makanan atau minuman karena cukup memesan lewat aplikasi.

Ia menambahkan, selama empat tahun beroperasi kini GoFood sudah menguasai sekitar 75 persen pangsa pasar dibandingkan pemain lainnya.

Kini GoFood memiliki lebih dari 400.000 merchant, di mana 96 persen mitranya ialah pelaku kuliner sektor bisnis kecil dan rumahan atau UMKM.

Berdasarkan hasil riset Nielsen, membuktikan masih ada 42 persen konsumen urban di kota besar yang belum menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam tiga bulan terakhir.

Sementara itu, Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea mengungkapkan, hasil penelitian perilaku pengguna layanan pesan-antar makanan di Indonesia tipikal pembeli siap santap.

Baca: Jauh di Depan, GoFood Kuasai 75 Persen Pangsa Pasar di Indonesia

Ada sejumlah faktor membuat masyarakat di Indonesia suka memesan makanan atau minuman lewat aplikasi Go-Food, salah satunya kerena tidak ingin kehilangan waktu.

Selain itu juga karena menu pilihan makanan/minum maupun restoran lebih banyak. “Industri pesan-antar makanan mempunyai potensi pertumbuhan yang besar. Persepsi positif konsumen terhadap Gojek juga membuat posisi mereka berada di tempat uang menguntungkan,” kata Garick.

Garick menambahkan, riset tentang tren atau lanskap konsumen Indonesia ini dilakukan di tujuh kota besar yang dinilai dapat mewakili kebiasaan masyarakat.

Riset dilakukan berbasis online yang membutuhkan 25 menit saja. "Tiga alasan teratas salam menyukai Go-food, pertama layanan pesan antar makan yang dapat diandalkan/dipercaya; enawarkan berbagai pilihan menu; dan Pelopor layanan pesan antar makanan di Indonesia," sebutnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Transaksi GoFood Capai 50 Juta Per Bulan di Asia Tenggara"

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas