Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rendahnya Penerimaan Negara Jadi Momen Presiden Jokowi dan Tim Ekonomi Refleksi Diri

Menurut Pengamat Ekonomi INDEF, Andri Satrio Nugoroho, ada sejumlah poin yang bisa dibaca dari belum tercapainya target penerimaan negara.

Rendahnya Penerimaan Negara Jadi Momen Presiden Jokowi dan Tim Ekonomi Refleksi Diri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Sidang kabinet paripurna itu merupakan sidang perdana yang diikuti menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Rendahnya realisasi negara jelang akhir tahun 2019 menunjukkan kinerja Tim Ekonomi Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mampu bekerja dengan baik karena yang terjadi adalah melulu penurunan.

Pasar pun masih harap-harap cemas menunggu perubahan dari Pemerintah.

Menurut Pengamat Ekonomi INDEF, Andri Satrio Nugoroho, baginya ada sejumlah poin yang bisa dibaca dari belum tercapainya target penerimaan negara.

Pertama, adanya pelemahan daya beli yang bisa dilihat dari rendahnya realisasi pendapatan pajak PPN Dalam Negeri yang turun 2,4 pernse (Januari-Oktober) atau lebih dibandingkan periode sama di tahun lalu.

"PPn dalam negeri ini merupakan kontributor terbesar terhadap penerimaan pajak," kata Andri, Minggu (1/12/2019).

Baca: Jokowi akan Gunakan Artificial Intelligence untuk Pelayanan Publik, Pengamat: Ini Perlu Sosialisasi

Kedua, adanya pelemahan industri domestik yang terlihat dari PPh badan yang turun sebesar 0,7%. 

Lebih detil, sektor dengan kontribusi penerimaan pajak terbesar yaitu industri pengolahan turun sebesar 3,5%. Sektor yang mendukungnya seperti perdagangan juga tumbuh rendah sebesar 2,5%.

"Secara makro, kombinasi rendahnya daya beli domestik dan melemahnya industri dalam negeri mampu menurunkan penerimaan pendapatan dari pajak secara signifikan," kata dia.

Baca: Jokowi Wujudkan Janji Kampanye, Kartu Pra Kerja Berisi Uang Akan Dibagikan, Bukan untuk Pengangguran

Lebih lanjut, Andri menyebut inflasi yang rendah saat ini masih belum meningkatkan daya beli masyarakat.

Ini terlihat dari upah riil yang masih stagnan. 

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas