Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BUMN PT HIN Tak Lagi Merugi, Komisaris Tekankan Terus Lakukan Pembenahan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginginkan para komisaris BUMN melaksanakan fungsi pengawasan secara optimal.

BUMN PT HIN Tak Lagi Merugi, Komisaris Tekankan Terus Lakukan Pembenahan
Istimewa/Tribunnews.com
Dewan Komisaris PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Michael Umbas, Direktur Utama PT HIN Iswandi Said dan General Manajer I Gusti Komang Ayu Ariani menyambut langsung kedatangan Presiden dan Ibu Negara pada Kamis (3/8/2017) malam, sekitar pukul 19.45 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginginkan para komisaris BUMN melaksanakan fungsi pengawasan secara optimal.

Sebagaimana UU 19/2003 tentang BUMN Pasal 31 menyebutkan bahwa komisaris bertugas mengawasi direksi dalam menjalankan kepengurusan persero, serta memberikan nasehat kepada direksi.

Komisaris Hotel Indonesia Natour, Michael Umbas mengatakan tugas dan wewenang komisaris diatur lebih lanjut dalam PP 45/2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan, dan Pembubaran BUMN.

"Menjadi komisaris BUMN bukan pekerjaan ringan. Kepercayaan yang diberikan oleh negara, sudah sepatutnya dijalankan dengan sebaik-baiknya. Menjunjung tinggi integritas, profesionalitas, dan loyalitas kepada negara," ujar Umbas dalam keterangannya, Jumat (31/1/2020).

Menurut Umbas, sesungguhnya keberhasilan sebuah BUMN tidak terlepas dari peranan komisaris.

"Secara khusus, sinergi kuat antara jajaran direksi dan komisaris merupakan keniscayaan. Dengan begitu, maka BUMN bisa sukses," ujarnya.

Baca: Curhat Erick Thohir ke Mahfud MD, Mulai Diserang karena Bongkar Kasus Korupsi Jiwasraya & Asabri

Tahun 2019, PT Hotel Indonesia Natour (HIN) berhasil mencatatkan laba Rp 50,8 miliar (unaudited), setelah mengalami masa terpuruk pada tahun 2015.

Ketika itu, kerugian cukup besar mencapai Rp113,5 miliar.

Jumlah tamu yang datang (wisman dan wisnus) terus mengalami peningkatan setiap tahun yaitu 418.468 (tahun 2016), 459.857 (tahun 2017), 492.344 (tahun 2018), 500.831 (tahun 2019).

Jumlah kamar terjual pada tahun 2019 sebanyak 591.916 unit.

"Setelah tak lagi merugi, tentu pencapaian positif ini mesti dijaga, bahkan ditingkatkan," ujar Umbas.

Setelah RUPS PT HIN pada Selasa (28/1/2020) lalu maka sebagai komisaris yang dipercaya, pihaknya akan lebih intens dan fokus pada pembenahan tidak hanya penguatan bottom line tapi juga pengawasan.

"Kami juga akan terus lakukan pendampingan kepada manajemen untuk peningkatan SDM, perbaikan unit hotel, pengembangan dan sinergi dan investasi utk menunjang program percepatan destinasi wisata, serta tentu mewujudkan digitalisasi," ujar Umbas.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama sudah menegaskan bahwa pemerintah fokus memperluas ekonomi pariwisata dimana PT HIN akan dapat berperan besar sebagai industri penunjang.

"Lima destinasi pariwisata super prioritas dikembangkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo yaitu Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo," kata Umbas.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas