Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Ventilator Buatan Pindad Jauh Lebih Murah Dibanding Impor

“Pindad sudah membuat Ventilator Pumping Machine, di mana berfungsi sebagai alat bantu pernapasan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Harga Ventilator Buatan Pindad Jauh Lebih Murah Dibanding Impor
dok. DPD RI
Dirut PT Pindad Persero Abraham Mose menjelaskan cara pengoperasian ventilator made in Pindad kepada Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di kantor pusat Pindad di Bandung, Senin (20/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose mengatakan siap ikut ambil peran dalam produksi peralatan kesehatan ventilator untuk penanganan pasien Covid-19.

“Pindad sudah membuat Ventilator Pumping Machine, di mana berfungsi sebagai alat bantu pernapasan untuk pasien-pasien yang mengalami gagal napas," kata Abraham dalam ketetangan persnya, Sabtu (25/4/2020).

Baca: Penerbangan yang Tidak Dilarang di Masa Wabah Virus Corona Menurut Permenhub

Menurutnya, Pindad sebagai bagian dari BUMN klaster pertahanan mengikuti arahan Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN yakni saat Kondisi Luar Biasa (KLB) peran indhan sangat diperlukan.

“Seperti memanfaatkan kemampuan sumber dayanya, mesin-mesin atau para engineer,” ucapnya.

Sedangkan BUMN pertahanan PT Dirgantara Indonesia juga memproduksi Ventilator portabel yang diberi nama Vent-I (Ventilator Indonesia) hasil kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Rekomendasi Untuk Anda

Ventilator jenis ini ditujukan bagi pasien yang sakit, tetapi masih mampu bernapas sendiri.

Sebelumnya, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti mendesak pemerintah pusat untuk menugaskan PT Pindad memproduksi ventilator yang sangat dibutuhkan seluruh rumah sakit di Indonesia.

Baca: Cerita 3 Orang yang Dikarantina di Rumah Hantu Sragen: Tak Tahan Sering Diganggu Makhluk Halus

“Harga yang ditawarkan Pindad ini jauh dibawah produk impor. Dan komponen bahan bakunya 100 persen lokal,” katanya.

“Bayangkan produk impor harganya Rp900 juta sampai Rp1 milyar. Sedangkan Pindad bisa buat yang lebih sederhana dengan harga jauh di bawah Rp10 juta sampai Rp100 juta. Kalau pemerintah serius segera tugaskan Pindad untuk produksi massal,” sambung La Nyalla.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas