Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gejolak Rupiah

Rupiah Besok Berpeluang Menguat, Diprediksi Ada di Kisaran Rp 14.000-Rp 14.120 per Dollar AS

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan, peluang untuk rupiah menguat besok (18/6) masih terbuka meskipun tipis.

Rupiah Besok Berpeluang Menguat, Diprediksi Ada di Kisaran Rp 14.000-Rp 14.120 per Dollar AS
KONTAN/Carolus Agus Waluyo
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah diprediksi bisa menguat tipis terhadap dollar AS pada perdagangan Kamis (18/6).

Kondisi tersebut bergantung pada perkembangan sentimen eksternal.

Mengutip Bloomberg, pada perdagangan Rabu (17/6) rupiah ditutup menguat tipis 0,05% ke level Rp 14.082 per dollar AS dari penutupan sebelumnya.

Sedangkan pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau JISDOR, rupiah justru melemah sebanyak 0,56% atau 79 poin menjadi Rp 14.234 per dollar AS.

Baca: Faisal Basri: Nilai Tukar Rupiah Sulit Menguat hingga Akhir Tahun

Baca: Faisal Basri: Siap-siap, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Minus 3,9 Persen

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan, peluang untuk rupiah menguat besok (18/6) masih terbuka meskipun tipis.

Ini karena, berbagai kemungkinan bisa terjadi saat pelaku pasar tengah menanti keputusan resmi Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) malam nanti.

"Potensi penguatan besok didukung sentimen eksternal, terkait hasil meeting The Fed yang malam nanti diumumkan hasilnya," kata Ibrahim kepada Kontan.co.id, Rabu (17/6).

Selain itu, The Fed juga berencana meluncurkan stimulus dengan membeli obligasi korporasi di pasar sekunder, disusul rencana Presiden AS Donald Trump untuk menggelontorkan dana US$ 1 triliun ke sektor infrastruktur yang juga menjadi sentimen positif bagi pergerakan rupiah hari ini.

Di samping itu, pemulihan ekonomi China semakin membaik disertai meredanya penyebaran Covid-19 dan fokus Negeri Tirai Bambu tersebut untuk melonggarkan kredit agregat.

Sedangkan dari sentimen domestik, Ibrahim mengungkapkan bahwa perkembangan Covid-19 di Tanah Air tidak seburuk situasi di negara tetangga, khususnya kawasan Asia Tenggara.

Meskipun begitu, diakui pada kuartal II-2020 ekonomi Indonesia diperkirakan -3,1% sebagai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Untuk perdagangan Kamis (18/6) Ibrahim memperkirakan rupiah akan menguat di level Rp 14.000 per dollar AS hingga Rp 14.120 per dollar AS.

Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Menanti keputusan The Fed, rupiah besok berpeluang menguat

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas