Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Investasi di Industri Makanan dan Minum Masih Tumbuh Selama Masa Pandemi

Investasi industri makanan an minuman (mamin) masih tumbuh meski Indonesia sedang didera pandemi Covid-19.

Investasi di Industri Makanan dan Minum Masih Tumbuh Selama Masa Pandemi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gerai salah satu supermarket di Jakarta, Senin (8/9/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengatakan, investasi industri makanan an minuman (mamin) masih tumbuh meski Indonesia sedang didera pandemi Covid-19.

Menurutnya, investasi industri makanan dan minuman masuk dalam lima besar bahkan tidak pernah turun dari tahun-tahun sebelumnya.

"Saya perkirakan tidak turun karena sudah mencapai hampir Rp60 triliun. Jadi orang melihat prospek Indonesia cukup baik untuk investasi F&B di Indonesia," tuturnya dalam webinar, Jumat (25/9/2020).

Hal tersebut menjadi tren positif di tengah pengeluaran per kapita pendudukan turun 50 persen untuk makanan dan minuman di Q1 dan Q2 tahun. 

Baca: 5 Makanan & Minuman yang Bisa Mengurangi Efek Keracunan: Air Putih, Kelapa Hijau, hingga Yogurt

"Optimisme untuk investasi masih tetap ada. Bahkan yang cukup menggembirakan ekspor kita sampai semester I tidak turun mencapai 13,7 juta dolar AS termasuk sawit," imbuh Adhi.

GAPMMI mencatat hingga Juli 2020 ekspor makanan dan minuman naik 5,55 persen dan peningkatan impor 15,87 persen.

Baca: 7 Jenis Makanan & Minuman Bisa Merusak Kulit, Diantaranya Minum Secangkir Kopi & Makanan Pedas

Sementara Indeks Manajer Pembelian (PMI) Bank Indonesia untuk sektor F&B pada Q3-2020 diprediksi mencapai 48.42 persen naik dibanding Q2-2020 yakni 35,30 persen.

"Kalau kita lihat data kuartal II-2020, mamin cukup signifikan kontribusinya terhadap agro industri hampir 40 persen. Jadi sangat signifikan ke PDB dan di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi minus 5,32 persen kita masih bertumbuh 0,22 persen," tuntasnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas