Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pelaku Usaha Minta Kebijakan Zero ODOL Ditunda hingga Ekonomi Pulih

Dunia industri memerlukan tenggat waktu dan investasi besar untuk mempersiapkan jenis-jenis truk angkutan baru untuk kebutuhan logistik.

Pelaku Usaha Minta Kebijakan Zero ODOL Ditunda hingga Ekonomi Pulih
HO
Operasi gabungan truk angkutan barang yang membawa muatan berlebihan atau overload di Gerbang Tol (GT) Kapuk, Jalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo arah ke Jalan Tol Dalam Kota. Razia ini digelar tiga hari mulai Selasa, 20 Februari 2018 sampai hari Kamis, 22 Februari 2018. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imbas pandemi covid-19, pelaku usaha meminta rencana pemerintah melarang angkutan mobil barang yang Over Dimension and Over Loading atau ODOL yang akan diberlakukan mulai awal 2023 ditunda pelaksanaannya hingga 2025 mendatang.

Dunia industri memerlukan tenggat waktu dan investasi besar untuk mempersiapkan jenis-jenis truk angkutan baru untuk kebutuhan logistik.

Hal itu terungkap dalam Webinar Telaah Kritis Regulasi ODOL, Kamis (3/12/2020).

Seperti diketahui pemerintah melarang angkutan mobil barang yang Over Dimension and Over Load atau ODOL berdasarkan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 21 Tahun 2019 mengenai Pengawasan terhadap Mobil Barang atas Pelanggaran Muatan Lebih (Over Loading) atau Pelanggaran Ukuran Lebih (Over Dimension) akan berlaku penuh mulai awal 2023.

Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Widodo Santoso, mengatakan penerapan Zero ODOL ini akan sulit dilaksanakan pada 2023 mendatang.

Baca juga: Pelaku Usaha Kecil Apresiasi Program Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro

Dia beralasan masa pandemi Covid-19 telah membuat perekonomian Indonesia mundur dalam 1,5 tahun ini termasuk pabrik semen, saat ini mengalami kelebihan pasokan (over supply) produksi sekitar 35%.

“Kami sudah sangat terpuruk. Karenanya, kami usul kalau bisa kebijakan Zero ODOL ini diundur hingga Januari 2025,” ujarnya.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan Ekonomi Indonesia hingga akhir 2020 berada di kisaran minus 1,1 hingga 0,2 persen.

Dia menekankan, pemulihan ekonomi masih akan sangat tergantung pada keberhasilan penanganan Covid-19.

Halaman
1234
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas