Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Respon Bos Shopee dan Tokopedia Setelah Jokowi Serukan Benci Produk Asing

Ekhel mengatakan ada lebih dari 10 juta penjual yang berdagang melalui Tokopedia.

Respon Bos Shopee dan Tokopedia Setelah Jokowi Serukan Benci Produk Asing
Tribunnews/Jeprima
Suasana pameran produk kerajinan UMKM di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (19/11/2020). Tribunnew/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo gusar atas maraknya produk impor yang diperjualbelikan di marketplace dan disinyalir menghambat pertumbuhan produk lokal yang dihasilkan usaha mikro dan kecil menengah (UMKM).

Jokowi lantas mengajak masyarakat  mencintai produk dalam negeri dan membenci produk asing yang yang dianggap mematikan produk UMKM lokal.

Sejumlah petinggi e-commerce yang berbisnis di Indonesia mereaksi pernyataan Presiden tersebut dengan menyatakan bahwa mereka sebenarnya juga sudah memberi dukungan kepada pelaku UMKM lokal.

Executive Director Shopee Indonesia, Handhika Jahja mengatakan, platformnya berkomitmen menumbuhkan UMKM lokal. Dia menyatakan, UMKM merupakan penopang bisnis yang berpengaruh pada perkembangan perusahaannya.

"Saya kira wajar ya Pak Jokowi melontarkan hal demikian agar umkm bangkit. Dalam platform Shoppe misalnya, saya pastikan semua program bisnis Shopee sejalan dengan visi misi pemerintah terutama dalam mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia dan mendorong ekspor UMKM," ujar Handhika saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (5/3/2021).

Handhika berujar, Shopee telah melakukan sejumlah program dan inovasi yang menyasar kepada UMKM agar semakin kuat berkompetisi secara Global.

"Shopee selalu menaruh perhatian khusus pada umkm. Selain kita sediakan platformnya, kita fasilitasi pula marketnya agar mampu berkompetisi secara global," jelasnya.

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya menjelaskan  aplikasinya selama ini turut membesarkan pangasa pasar UMKM.

Ekhel mengatakan ada lebih dari 10 juta penjual yang berdagang melalui Tokopedia.

Jumlah tersebut setara hampir 100% merupakan UMKM dan 94% berskala ultra mikro yang memasarkan produk di Tokopedia.

Baca juga: Jokowi Heran Ajakan Benci Produk Luar Negeri Menjadi Ramai

Ekhel juga menjelaskan bahwa jumlah itu meningkat sebesar 2,8 juta dari data Januari 2020 atau sebelum pandemi Covid-19 masuk di Indonesia. Pihaknya selalu terbuka bagi umkm yang ingin memasarkan produknya secara global.

Baca juga: Fitur Geo-Tagging Kini Hadir di Halaman Kebutuhan Kelontong Tokopedia

Ekhel menambahkan jika Tokopedia terus melakukan program untuk mendukung produk lokal Indonesia. Termasuk juga selama pandemi berlangsung.

"Tokopedia terus mendorong produk lokal untuk bersaing. Kami mengapresiasi peran umkm selama pandemi sangat luar biasa, meski berat Tokopedia terus mendukung produk lokal agar tetap bersaing dan bermutu tinggi," ungkapnya.

Baca juga: Dorong Transaksi Digital UMKM, ShopeePay Luncurkan Program Semangat Usaha Lokal

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan di Istana Negara, Jokowi mengaku geram karena tingginya angka impor produk luar negeri. Ia menduga banyak praktik perdagangan digital yang dilakukan oleh pelaku usaha besar yang berpotensi menghambat pertumbuhan pelaku UMKM.

Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas