Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemendag Pastikan Harga Tempe dan Tahu Nasional Stabil Meski Kedelai Dunia Naik

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan memastikan, stok kedelai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional

Kemendag Pastikan Harga Tempe dan Tahu Nasional Stabil Meski Kedelai Dunia Naik
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pekerja memproduksi tahu di salah satu pabrik tahu di Jalan Aki Padma, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Minggu (2/1/2021). Setelah libur produksi dan jualan selama dua hari, pengrajin tahu dan tempe di Kota Bandung kembali melakukan produksi. Kesepakatan untuk meliburkan produksi dan jualan tersebut sebagai bentuk pemberitahuan kepada konsumen adanya kenaikan harga tahu dan tempe sebesar 20 persen hingga 40 persen akibat dari naiknya harga kedelai impor sebagai bahan baku tahu dan tempe. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan memastikan, stok kedelai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional termasuk penyediaan Idul Fitri 2021.

“Kenaikan harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe disebabkan komoditas kedelai asal Amerika Serikat masih belum memasuki masa panen sehingga berdampak pada tingginya harga kedelai sampai dengan saat ini,” jelas Oke ditulis, Rabu (12/5/2021).

Diketahui harga kedelai dunia pada Mei 2021 berkisar di 15,42 dolar AS per bushels.

Baca juga: Harga Kedelai Masih Rentan Alami Kenaikan Lantaran Masih Bergantung Pasokan Impor

Terdapat kenaikan harga di kisaran 8,12 persen dari penyediaan April sebedar 14,26 dolar AS per bushels.

Meski demikian, diharapkan harga kedelai dunia dapat segera terkoreksi menurun pada periode selanjutnya.

Oke menerangkan, pemerintah berupaya menjaga harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe stabil pada kisaran harga Rp9.700/kg--Rp9.900/kg dan di tingkat gudang importir Rp9.400/kg--Rp9.600/kg.

Baca juga: Harga Kedelai Terus Melonjak Tak Terkendali, PSI Tagih Janji Kementan

Sementara itu,harga tahu tetap masih bisa dijaga stabil oleh para pengrajin di kisaran Rp650/potong dan tempe Rp16.000/kg.

Secara umum, harga kedelai di tingkat pengrajin pada kota-kota besar dan sentra produksi utama kedelai masih terjaga di bawah Rp10.000/kg saat ini.

Jika terdapat harga kedelai di atas Rp10.000/kg dibeberapa daerah, harga tersebut dipengaruhi tambahan ongkos kirim dari titik distributor.

Baca juga: Soal Harga Kedelai, Komisi IV DPR Apresiasi Langkah Cepat Kementan

Selanjutnya, Kemendag akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia, baik penurunan maupun kenaikan harga.

Hal itu guna memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe serta harga tahu dan tempe di pasar masih pada tingkat yang wajar.

Oke juga meminta para importir yang memiliki stok kedelai untuk terus memasok kedelai secara teratur kepada pengrajin tahu dan tempe anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo).

“Produksi tahu dan tempe diharapkan dapat terus berjalan khususnya untuk periode Idulfitri2021 sehingga masyarakat masih tetap mendapatkan tahu dan tempe dengan harga terjangkau,” pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas