Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pertamina Genjot Penjualan Produk Petrokimia ke Pasar Domestik

bisnis Petrokimia akan dijalankan oleh PT Pertamina Patra Niaga selaku Sub Holding Commercial & Trading.

Pertamina Genjot Penjualan Produk Petrokimia ke Pasar Domestik
dok. PIS
Armada kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) menggenjot penjualan produk Petrokimia ke pasar domestik.

Petrochemical Industry Business SH Commercial & Trading melalui Petrochemical Regional Kalimantan melakukan penjualan 3.000 metrik ton (MT) produk Metanol kepada produsen biodiesel di wilayah Kalimantan Selatan.

Vice President Petrochemical Industry Business SH Commercial & Trading Oos Kosasih mengatakan bahwa ini langkah Pertamina dalam menyediakan layanan penjualan produk Petrokimia di pasar domestik.

Selanjutnya, bisnis Petrokimia akan dijalankan oleh PT Pertamina Patra Niaga selaku Sub Holding Commercial & Trading.

"Di tahun ini, SH Commercial & Trading memiliki strategi besar yakni Strategi Ekspansi, salah satunya ekspansi ke produk baru yakni produk-produk Petrokimia. Strategi ini diturunkan menjadi salah satu program yakni Go Petchem, dimana produk Petrokimia dijadikan engine baru perusahaan dalam mencapai growth yang lebih baik lagi," jelas Oos Kosasih dalam keterangannya, Senin (17/5/2021).

Oos Kosasih melanjutkan, penjualan Metanol kepada industri produsen biodiesel ini adalah bentuk sinergi simbiosis mutualisme dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan metanol untuk dijadikan produk biodiesel sebagai bahan campuran Solar menjadi Biosolar.

Baca juga: Pertamina dan Exxonmobil Siap Kembangkan Teknologi Rendah Carbon

"Metanol adalah salah satu bahan campuran utama dalam produksi Fatty Acid Methyl Ester atau FAME. FAME inilah yang kemudian dicampur dengan Solar untuk dijadikan produk Biosolar. Saat ini kebijakan pemerintah untuk pemanfaatan biodiesel dalam campuran solar adalah 30 persen atau biasa kita ketahui sebagai Biosolar 30 (B30)," lanjutnya.

Saat ini, SH Commercial & Trading memproyeksikan penjualan produk Metanol nasional di tahun 2021 bisa mencapai 50.000 MT.

Harapannya, komitmen Pertamina dalam ekspansi di produk Petrokimia ini dapat memenuhi kebutuhan Metanol khususnya di pasar domestik.

"Di tahun perdana ini, Pertamina akan terus mengembangkan layanan dalam menyediakan produk-produk petrokimia yang dibutuhkan di Indonesia. Potensi pasar produk petrokimia ini masih sangat besar, tidak hanya Metanol dan kami yakin Pertamina siap memenuhi kebutuhan ini," tutur Oos.

"Kami akan terus menggenjot pemasaran produk Petrokimia ini untuk mendukung ketahanan energi nasional," lanjut dia.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas