Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Efek Penugasan Penanganan Pandemi, Pendapatan Holding BUMN Farmasi Tembus Rp15,26 Triliun

Angka tersebut meningkat 164 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di mana pada periode yang sama di tahun sebelumnya tercatat Rp5,78 triliun.

Efek Penugasan Penanganan Pandemi, Pendapatan Holding BUMN Farmasi Tembus Rp15,26 Triliun
TRIBUN BATAM/Argianto DA Nugroho
PIlustrasi: Pelajar mengikuti vaksinasi massal di SMK Negeri 5 Batam, Kamis (23/9). Vaksinasi yang diinisiasi OJK Kepri bekerjasama dengan DPD Rei Batam bertujuan untuk mempercepat kekebalan komunal terutama bagi pelajar menjelang proses belajar tatap muka tingkat sekolah menengah atas di Kota Batam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmasi yang beranggotakan Bio Farma, Kimia Farma dan Indofarma, sukses mencatatkan pendapatan Rp15,26 triliun pada semester I-2021.

Angka tersebut meningkat 164 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di mana pada periode yang sama di tahun sebelumnya tercatat Rp5,78 triliun.

Peningkatan kinerja tersebut efek dari adanya penugasan dari pemerintah untuk penanganan Covid-19 seperti penyediaan vaksin Covid-19, obat-obatan, multivitamin, serta alat kesehatan.

Secara detail, pendapatan Bio Farma sendiri, didapat dari realisasi pendapatan penugasan yang mencapai Rp 8,12 triliun.

Baca juga: Antivaksin Bawa Penderita Covid-19 Pulang dari RS, Beberapa Hari Kemudian Pasien Itu Meninggal

Yakni terdiri dari Rp7,97 triliun program vaksin Covid-19 dan 144,30 miliar didapat dari program Vaksinasi Gotong Royong (VGR).

Untuk anggota Holding BUMN Farmasi yaitu Kimia Farma, membukukan pendapatan pada Semester-I 2021 sebesar Rp5,56 triliun yang diperoleh dari penjualan produk pihak ketiga sebesar Rp4,1 triliun termasuk didalamnya didapat dari VGR sebesar Rp 402,9 miliar.

Sedangkan untuk Indofarma, pendapatan Semester I-2021 mencapai Rp849.33 miliar berasal dari penjualan obat Obat Generik Berlogo (OGB) dan ethical sebesar Rp492,79 miliar, sisanya dari penjualan alkes multivitamin dan lain-lain.

Baca juga: Jokowi: Satu Setengah Tahun Pandemi Covid-19, Kondisi Indonesia Beranjak Membaik

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, jika dilihat penjualan bersih perusahaan diluar penugasan pandemi Covid-19, kinerja Holding BUMN Farmasi masih on the track.

Meskipun masih menghadapi tantangan untuk penjualan ekspor, karena adanya lockdown di beberapa negara penerima produk Holding BUMN Farmasi, khususnya vaksin.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas