Tribun Bisnis

Kominfo Dukung Digitalisasi UMKM di Majelis Taklim MNU

Untuk itu diperlukan adanya adaptasi dan peningkatan kemampuan literasi digital khususnya bagi para pelaku ekonomi

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Muhammad Zulfikar
Kominfo Dukung Digitalisasi UMKM di Majelis Taklim MNU
ist
Webinar dengan tema Digitalisasi Usaha Mikro di Majelis Taklim MN, Selasa (19/10/2021)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi yang terjadi saat ini bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga ekonomi.

Hal ini dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk juga para warga Muslimat NU di mana ketahanan dan usaha ekonomi menjadi keprihatinan tersendiri yang harus segera dituntaskan.

Sisi positifnya adalah meningkatnya peran teknologi digital yang sangat berkontribusi dalam pemulihan ekonomi. Untuk itu diperlukan adanya adaptasi dan peningkatan kemampuan literasi digital khususnya bagi para pelaku ekonomi di lingkungan Majelis Taklim MNU, dalam menghadapi tantangan dunia ekonomi ke depannya.

Dalam rangka memberi edukasi dan pemahaman bagi masyarakat, khususnya warga Muslimat NU, Yayasan HIDMAT (Himpunan Da'iyah dan Majelis Taklim) Muslimat NU Pusat sebagai wadah riyadhoh Muslimat NU, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyelenggarakan webinar dengan tema Digitalisasi Usaha Mikro di Majelis Taklim MNU pada Selasa, 19 Oktober 2021, melalui aplikasi Zoom, dan disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Ditjen IKP Kominfo dan Muslimat NU Official.

Narasumber yang hadir antara lain Mursyidah Thahir (Ketua III PP Muslimat NU), Dias Satria (Praktisi UMKM), dan Angger Alfi Zakki (SME Sales Channel Blibli.com), serta dibuka oleh sambutan dari Hj. Kusnia Naseer (Ketua Periodik HIDMAT MNU), Erna Yulia Soefihara (Ketua Periodik HIDMAT MNU), dan Septriana Tangkary (Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kominfo) dan dimoderatori oleh Azzah Zumrud.

Dalam sambutannya Kusnia Naseer menyampaikan bahwa sudah menjadi tugas NU untuk turut serta mewujudkan perempuan Indonesia seutuhnya yaitu perempuan yang religius, berkualitas, sejahtera dan mandiri melalui dakwah dan peningkatan di majelis taklim.

“Setinggi apapun ilmunya bila tidak disampaikan dengan baik maka transformasi ilmu tidak akan bisa terjadi," ujar Kusnia dikutip Rabu (20/10/2021).

Erna Yulia Soefihara juga menjelaskan bahwa digitalisasi bertujuan untuk mendapat efisiensi dan optimalisasi dalam banyak hal antara lain efisiensi dan optimalisasi dalam pelaksanaan kegiatan dalam mencapai tujuan-tujuan. Dalam hal usaha, digitalisasi diharapkan mampu memperlancar dan menambah ruang gerak usaha sehingga tidak terhalang oleh ruang, waktu dan jarak. Digitalisasi mengubah sesuatu dari tradisional menjadi digital.

“Penggunaan teknologi digital terutama dalam menghadapi gejolak ekonomi di masa pandemi ini menjadi sangat diperlukan. Usaha mikro kini sudah menjadi tulang punggung perekonomian apabila dimiliki oleh kaum perempuan atau ibu-ibu, khususnya ibu-ibu majelis taklim. Penyelenggaraan usaha mikro yang selama ini dilaksanakan secara manual atau tradisional dipandang sudah sangat mendesak untuk mengkombinasikannya dengan berbagai inovasi usaha, salah satunya menggunakan teknologi digitalisasi," kata Erna.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas