Tribun Bisnis

Melalui BPSDM, Kemenhub Siap Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi

Plt Kepala BPSDM Perhubungan Capt A Arif Priadi mengatakan, bahwa isu kekerasan seksual di kampus semakin menjadi perhatian banyak pihak saat ini.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Muhammad Zulfikar
Melalui BPSDM, Kemenhub Siap Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi
dephub.go.id
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) yang mengelola perguruan tinggi bidang transportasi, siap mencegah kekerasan seksual terjadi di kampus.

Plt Kepala BPSDM Perhubungan Capt A Arif Priadi mengatakan, bahwa isu kekerasan seksual di kampus semakin menjadi perhatian banyak pihak saat ini.

"Kampus yang menjadi ruang publik memiliki potensi terjadinya kekerasan seksual, hal ini sebagaimana survei yang dirilis oleh Koalisi Ruang Publik Aman Tahun 2019," kata Arif, Sabtu (27/11/2021).

Dalam survei tersebut, tercatat kekerasan seksual yang terjadi di sekolah dan kampus berada pada urutan ketiga setelah jalanan umum dan transportasi publik.

"Untuk ini, kami dari BPSDM Perhubungan siap melakukan Pencegahan dan kekerasan di lingkungan Kampus dibawah naungan BPSDM Perhubungan," ucap Arif,

Arif juga, juga meminta civitas akademika di lingkungan kampus memiliki andil dalam menerapkan peraturan terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Menurutnya, upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan ini adalah dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi dan peraturan lainnya yang bisa memberi perlindungan pada korban sekaligus memberi efek jera bagi para pelaku.

Baca juga: Kemenhub Beberkan Sejumlah Hambatan Konversi Kendaraan Konvensional ke Listrik

"Kami di BPSDM, mendukung aturan tersebut. Karena dengan adanya peraturan khusus mengenai tindak kekerasan seksual ini menjadi suatu keharusan dan peraturan tersebut dapat digunakan perguruan tinggi sebagai panduan atau pedoman bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa," ujar Arif.

Sementara itu menurut Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto, perguruan tinggi merupakan batu loncatan bagi generasi muda untuk mencapai cita-citanya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas