Tribun Bisnis

World Gold Council Manfaatkan Blockhain untuk Atasi Manajemen Rantai Pasokan dan Cek Keaslian Emas

Teknologi blockchain akan membantu mendaftarkan dan melacak keaslian emas batangan pada saat tahap produksi dan distribusi

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in World Gold Council Manfaatkan Blockhain untuk Atasi Manajemen Rantai Pasokan dan Cek Keaslian Emas
FORBES
Ilustrasi emas batangan - World Gold Council Manfaatkan Blockhain untuk Atasi Manajemen Rantai Pasokan dan Cek Keaslian Emas 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, LONDON – Organisasi terkemuka di industri emas, London Bullion Market Association (LBMA) dan World Gold Council (WGC) mengumumkan akan berkolaborasi untuk meluncurkan ‘program integritas’ baru yang menggunakan teknologi blockchain untuk manajemen rantai pasokan dan membantu pelaku pasar memverifikasi keaslian emas batangan mereka.

Dikutip dari Cointelegraph.com, Selasa (29/3/2022) program integritas yang didasarkan pada teknologi blockchain ini, akan dikembangkan oleh perusahaan aXedras dan Peer Ledger.

Teknologi blockchain akan membantu mendaftarkan dan melacak keaslian emas batangan pada saat tahap produksi dan distribusi, termasuk pada saat penambangan dan pembelian oleh produsen perhiasan.

Baca juga: Harga Emas Antam Anjlok Rp 14.000, Kini di Level Rp 985.000 per Gram

Program ini telah mendapat dukungan dari beberapa organisasi di industri ini, seperti CME Group, Metalor, Barrick Gold, Brinks, Royal Canadian Mint, Newcrest Mining, Hummingbird Resources, Argos Heraeus SA, Asahi, Aura Minerals, Perth Mint, dan lainnya.

LBMA dan WGC mengatakan program ini awalnya dikembangkan sebagai percontohan, namun akhirnya program ini akan dipromosikan agar dapat digunakan di seluruh industri emas.

Manajemen rantai pasokan menjadi salah satu pemanfaatan teknologi blockchain yang menjanjikan.

Bahkan lebih dari setengah perusahaan yang masuk ke dalam daftar Blockchain 50 Forbes 2021, merupakan perusahaan yang secara aktif menggunakan teknologi ini untuk menyelesaikan permasalahan mengenai rantai pasokan dan logistik mereka.

Kontraktor pertahanan Amerika Serikat Lockheed Martin mengungkapkan, pada April tahun lalu mereka menggunakan teknologi blockchain untuk mengatasi manajemen rantai pasokan di Swiss.

Baca juga: LG Electronics Sedang Jajaki Teknologi Blockchain dan Crypto

Permasalahan mengenai penambangan ilegal, emas batangan palsu dan pelanggaran hak asasi manusia telah membuat industri emas sangat riskan terhadap manajemen rantai pasokan.

Manajemen rantai pasokan merupakan proses terintegrasi dari keseluruhan kegiatan pergerakan produk atau jasa dari pemasok ke pelanggan.

Pada tahun 2020, Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OCED) merilis laporan yang memberikan panduan mengenai cara agar produsen emas dapat menghindari kontribusi terhadap pelanggaran serius dalam proses penambangan dan produksi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas