Tribun Bisnis

Agar Terhindar dari Ancaman Kejahatan Siber, Bertransaksi Online akan Aman dengan Cara Ini

Dibutuhkan trik khusus agar belanja dengan dompet digital aman dari ancaman kejahatan siber, serta tidak menumbuhkan watak boros atau konsumtif.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Agar Terhindar dari Ancaman Kejahatan Siber, Bertransaksi Online akan Aman dengan Cara Ini
Istimewa
Ilustrasi transaksi online. Mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan dompet digital sedikitnya sekali dalam sebulan, yaitu sebanyak 26,4 %. 

TRIBUNNEWS.COM - Mengutip data We are Social Hootsuite pada Februari 2022, pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7 juta orang atau setara 73,7 persen dari populasi.

Selain mencari informasi, internet juga digunakan untuk transaksi keuangan menggunakan dompet digital, terutama saat bertransaksi di lokapasar.

Dibutuhkan trik khusus agar belanja dengan dompet digital aman dari ancaman kejahatan siber, serta tidak menumbuhkan watak boros atau konsumtif.

Demikian yang diperbincangkan dalam webinar berjudul “Cakap Berbelanja Online Dengan Dompet Digital”, Jumat (30/9/2022), di Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Fenomena Bjorka, Waspadai Ancaman Siber Jelang KTT G20

Webinar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yakni dosen UIN Alauddin Makassar Muhammad Sahid; Founder & CEO Kelas Bebas Bicara Yudha Prawira Hasta; serta Bidang Penelitian dan Pengembangan SDM Relawan TIK Provinsi Bali Ni Kadek Dwi Febriani.

Mengutip hasil survei, Muhammad Said menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan dompet digital sedikitnya sekali dalam sebulan, yaitu sebanyak 26,4 %. Sementara masyarakat yang menggunakan dompet digital setiap hari tercatat sebanyak 6,4 %. Sisanya adalah pengguna dompet digital sekali dalam sepekan atau beberapa kali dalam sepekan.

Menurut Said, dompet digital memiliki sejumlah kelebihan ketimbang transaksi pembayaran secara konvensional, seperti kenyamanan, waktu yang lebih efisien, serta pelacakan transaksi yang lebih mudah. Kelebihan lainnya adalah lebih aman dan terhindar dari potensi uang palsu atau rusak, serta biaya yang digunakan lebih murah.

“Namun, ada dampak negatif dari penggunaan dompet digital. Salah satunya adalah berpotensi menumbuhkan sifat boros dalam membelanjakan uang akibat dari kemudahan transaksi yang ditawarkan dompet digital. Selain itu, keamanan perangkat yang digunakan dalam transaksi menggunakan dompet digital juga berpengaruh penting,” ujarnya.

Terkait potensi menjadi boros atau konsumtif saat menggunakan dompet digital, Yudha Prawira memberikan sejumlah tips, seperti perlunya membuat anggaran belanja yang jelas; menghindari pemakaian kartu kredit atau fitur “pay later”; berhenti mengikuti tren sosial; atau hanya membeli barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan.

“Belanja online memang erat kaitannya dengan perilaku konsumtif, tetapi kontrol diri adalah kunci agar terbebas dari perilaku tersebut. Agar tidak konsumtif, saya sarankan untuk mulai berinvestasi dari sekarang dan selalu berpikir jangka panjang,” kata Yudha.

Baca juga: Lakukan Skiming di ATM, WN Latvia Bobol Bank Swasta dan BUMN dan Raup Rp 1,2 Miliar

Terkait keamanan digital, Ni Kadek mengungkapkan pentingnya menjaga identitas digital, yaitu dengan tidak gampang mengumbar informasi data pribadi di internet. Dalam bertransaksi secara digital, ia menyarankan agar notifikasi setiap transaksi diaktifkan untuk memantau atau memudahkan pelacakan.

Selain itu, sikap kritis atau tidak mudah percaya terhadap segala jenis informasi dibutuhkan guna menghindari potensi penipuan.

“Trik lain agar aman dalam bertransaksi online adalah melindungi PIN dan jangan pernah membagikannya kepada siapapun, mengaktifkan fitur two factor authentication (2FA), serta menggunakan password yang kuat yang merupakan kombinasi huruf dan angka,” ucapnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas