Tribun Bisnis

KAI Commuter Sebut Kartu Multi Trip Jadi Pilihan Utama Pembayaran Tiket Commuter Yogya-Solo

Anne Purba, mengatakan penggunaan transportasi Commuterline Yogya-Solo telah mengubah budaya masyarakat dalam melakukan transaksi nontunai.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in KAI Commuter Sebut Kartu Multi Trip Jadi Pilihan Utama Pembayaran Tiket Commuter Yogya-Solo
WARTA KOTA/WARTA KOTA/YULIANTO
Warga saat setelah melakukan perjalanan dengan moda transportasi KRL Commuter di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Minggu (24/7/2022). Pemerintah tengah berupaya mendorong terciptanya cashless society atau bertransaksi tanpa uang tunai, termasuk dalam penggunaan transportasi umum. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah tengah berupaya mendorong terciptanya cashless society atau bertransaksi tanpa uang tunai, termasuk dalam penggunaan transportasi umum.

Penyedia transportasi, KAI Commuter, pun sejak awal telah melakukan transaksi pembayaran tiket hanya menggunakan uang elektronik baik dengan Kartu Multi Trip (KMT), kartu Uang Elektronik Bank ataupun dengan tiket QR Code untuk operasional Commuterline Yogya-Solo.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, mengatakan penggunaan transportasi Commuterline Yogya-Solo telah mengubah budaya masyarakat dalam melakukan transaksi nontunai.

Baca juga: KAI Commuter Terapkan Syarat Terbaru Naik KRL: Penumpang Wajib Vaksin

"Tercatat sepanjang tahun 2022 ini penjualanan KMT pada lintas pelayanan commuterline Yogya-Solo sebanyak 284.562 kartu. Sedangkan jumlah transaksi pembayaran tiket commuterline dengan menggunakan KMT sebanyak 53 persen dari seluruh transaksi, atau sebanyak 1,4 juta lebih transaksi," tutur Anne dalam keterangan resmi, Sabtu (1/10/2022).

Anne menambahkan, untuk transaksi Uang Elektronik Bank sebanyak 21 persen atau hampir 558.000 dan transaksi menggunakan QR Code sebanyak 26 persen atau lebih dari 685.000 transaksi.

"Ke depannya, KAI Commuter akan terus berkolaborasi dan berinovasi untuk menciptakan ekosistem nontunai yang lebih massive. Salah satunya dengan perjalanan first mile dan last mile yang akan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam bertransportasi khususnya menggunakan commuterline sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan," imbuhnya.

Pengembangan layanan akan terus ditingkatkan dan sistem e-ticketing yang sudah berjalan saat ini akan semakin diperluas, sehingga cashless society semakin terbentuk.

"Dengan kolaborasi dan inovasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan-kemudahan dalam integrasi pembayaran, sehingga penggunaan KMT semakin luas dan dapat menjadi alat pembayaran di seluruh transaksi yang ada," ungkap Anne.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pembahasan Kota Yogyakarta, Kota Surakarta dan Kabupaten Klaten Dalam Angka 2022, tercatat kenaikan perekonomian pada tahun 2021 dibanding tahun 2020.

Baca juga: Malam Ini, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Pola Operasi Perjalanan KRL

Transportasi memberikan nilai tambah terhadap kenaikan perekonomian dengan adanya kemudahan aksesibilitas dalam bermobilisasi.

Di Kota Yogyakarta kenaikan perekonomian sebesar 7,44 persen, sedangkan di Kota Solo kenaikan sebesar 5,77 persen dan di Kabupaten Klaten sebesar 5,88 persen.
 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas