Tribun Bisnis

Gabung Marketplace, Omzet Penjual Suvenir Ini Melonjak 200 % hingga Ekspor ke 7 Negara

Ketika baru memulai usahanya, Joko tidak pernah membayangkan bahwa produk UMKM miliknya akan berhasil terjual dan diekspor hingga ke tujuh negara. 

Penulis: Anniza Kemala
Editor: Bardjan
zoom-in Gabung Marketplace, Omzet Penjual Suvenir Ini Melonjak 200 %  hingga Ekspor ke 7 Negara
Istimewa
Kurniawan Joko Purnomo, pemilik UMKM Kampung Souvenir. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketika baru memulai usahanya, Joko tidak pernah membayangkan bahwa produk UMKM miliknya akan berhasil terjual dan diekspor hingga ke tujuh negara. 

Pria dengan nama lengkap Kurniawan Joko Purnomo ini adalah pemilik dari Kampung Souvenir, sebuah UMKM asal Bali yang menjual produk busana dan kerajinan khas pulau dewata. Berkat platform e-commerce Shopee, Kampung Souvenir mampu meningkatkan penjualan dan menembus pasar ke 7 negara di Asia Tenggara hingga Amerika Latin. 

UMKM Kampung Souvenir sendiri dibangun oleh Joko pada tahun 2009. Sejak mulai merintis usahanya, pria yang memiliki latar belakang programmer ini memang kerap memanfaatkan teknologi digital sebagai fondasi bisnis untuk menyasar pasar online

Pada awal perjalanannya, Joko sudah mulai aktif memasarkan produk yang diambil dari para penjual di pasar lokal melalui website yang ia buat. Langkahnya ini pun terbukti mampu membuat usahanya bertahan meski di tengah pandemi

Selain itu, Joko pun tak henti mengembangkan bisnisnya lewat inovasi produk. Pada tahun 2013, ia menemukan bahwa fesyen berbahan rayon cukup diminati di Bali, namun belum banyak yang mengolahnya menjadi produk muslim. 

Sebagai seorang sosok yang kreatif, Joko dengan sigap mengambil peluang tersebut dan mulai memproduksi busana muslim, seperti gamis dan mukena berbahan rayon. Inovasinya tersebut mendapatkan respon baik dari pelanggan, hingga ia bisa menerima 100-150 pesanan dalam sehari.

Jual lebih dari 10 Ribu produk per bulan hingga sukses ekspor berkat Shopee

UMKM kampung souvernir 2
Produk dari UMKM Kampung Souvenir.

Selain inovasi pada produk, Joko pun mencoba mendorong penjualan dengan berbagai strategi agar orang-orang tertarik mengunjungi websitenya. Namun, ternyata website saja tidak cukup. Selama beberapa tahun, penjualan Kampung Souvenir tak kunjung menunjukkan peningkatan yang signifikan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk bergabung ke Shopee pada tahun 2016. 

“Konsumen Kampung Souvenir adalah wisatawan dan penduduk luar Bali. Saya pikir, akan jauh lebih mudah untuk menjangkau mereka secara digital. Namun, website saja ternyata tidak cukup. Selang beberapa tahun, kami bergabung ke Shopee pada akhir 2016,” ungkap Joko.

“Hasilnya sangat mencengangkan, omzet pun meningkat sekitar 200 persen dibanding sebelum masuk ke Shopee. Kini, dalam sebulan kami bahkan bisa menjual rata-rata lebih dari 10 ribu produk,” terangnya. 

Joko mengatakan bahwa pencapaian yang diraih oleh Kampung Souvenir tak lepas dari pemanfaatan berbagai fitur dan program Shopee. MenurutNYA, salah satu fitur yang paling efektif dan menjadi magnet paling besar adalah fitur Shopee Live. 

Kampung Souvenir yang memiliki lebih dari 880.000 pengikut di Shopee Video ini cukup aktif melakukan sesi streaming di Shopee Live untuk mempromosikan dan menjual produk-produk baru mereka. Joko pun memanfaatkan fitur tersebut sebagai tambahan kanal penjualannya.

Sejak rutin memanfaatkan fitur Shopee Live, makin banyak orang yang mengetahui tahu tentang Kampung Souvenir. Menurut Joko, ia dan timnya melakukan sesi live streaming di Shopee Live setiap hari, dan dampak positif untuk penjualan produknya sangat terasa dari situ.

Tak hanya itu, ia pun mendapatkan lebih banyak kemudahan sejak bergabung bersama Program Ekspor Shopee hingga akhirnya dapat menembus pasar mancanegara. 

“Begitu tahu tentang Program Ekspor Shopee, nggak lama saya langsung bergabung. Saya benar-benar enggak nyangka, pas lihat di Shopee ternyata produk saya laku di luar negeri mulai dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, Brazil, hingga Meksiko.Produk favorit Kampung Souvenir untuk diekspor itu tas rotan yang saya ambil langsung dari pengrajin lokal. Era digital ini memang membuat segalanya jadi mudah, apalagi untuk berbisnis,” ujar Joko. 

Program Ekspor Shopee, menurut Joko, telah membantu mendorong perluasan jangkauan bisnis Kampung Souvenir.  Ia juga berharap agar lebih banyak UMKM lokal Bali yang bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan ekspor seperti UMKM miliknya tersebut.

“Saya bersyukur berkat kesempatan ekspor bersama Shopee, produk kami bisa menembus 7 negara tersebut. Saya berharap, dengan hadirnya Program Ekspor Shopee, lebih banyak UMKM lokal Bali juga bisa dapat kesempatan emas untuk perluas jangkauan produknya hingga ke mancanegara,” pungkasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas