Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Bos PLN Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Capai Net Zero Emission pada 2060

Data PLN, tak kurang dari 280 juta ton CO2e dihasilkan dari sektor transportasi. Jika dibiarkan mencapai 860 juta ton CO2e per tahun pada 2060.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bos PLN Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Capai Net Zero Emission pada 2060
HO
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Ia menyebut sektor transportasi adalah salah satu penyumbang emisi karbon tertinggi di Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya mengurangi emisi karbon untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060, salah satunya dengan membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, sektor transportasi adalah salah satu penyumbang emisi karbon tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data PLN, tak kurang dari 280 juta ton CO2e dihasilkan dari sektor transportasi. Jika dibiarkan, maka pada tahun 2060 emisinya akan ada 860 juta ton CO2e per tahun.

“Kita coba mengalihkan penggunaan energi di sektor transportasi, dari bahan bakar minyak ke listrik. Emisi yang dihasilkan bisa naik ke 800 juta lebih,” ungkap Darmawan dalam acara SOE International Conference yang digelar secara hybrid, Selasa (18/10/2022).

Baca juga: Kejar Target Penurunan Emisi Karbon, Kadin Ajak Perusahaan Nasional Transisi Menuju Net Zero

Lebih lanjut ia menuturkan, penggunaan kendaraan listrik lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan BBM.

Dari perhitungan 1 liter BBM sama dengan 1,2 kWh listrik.

Rekomendasi Untuk Anda

Emisi karbon 1 liter BBM itu 2,4 kilogram. Sedangkan 1 kWh listrik pada sistem kelistrikan di Indonesia yang masih ditopang oleh PLTU, emisinya sekitar 0,85 kg CO2e.

Artinya kalau 1,2 kWh, emisinya sekitar 1,1 kg CO2e.

Untuk memperluas dan mempercepat penggunaan kendaraan listrik, PLN siap berkomitmen untuk mendukung layanan dan infrastruktur kelistrikan.

Mulai dari menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga layanan home charging.

“Kami memfasilitasi ini, bekerja sama dengan para pelaku industri otomotif untuk bertahap beralih ke kendaraan listrk. Kami fasilitasi infrastruktur dari SPKLU dan home charging, dan lain-lain,” kata Darmawan.

Tak hanya di sektor transportasi, untuk mendukung komitmen net zero emission di 2060, PLN juga mempercepat penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di pembangkit-pembangkit yang dimiliki.

Potensi EBT ini bersumber dari matahari, air, angin, hingga geothermal.

"Kami mendesain dengan menambah 20,9 gigawatt kapasitas yang mana 51,6 persen tambahan pembangkit berasal dari EBT. Ini memang tantangan yang berat, tapi kami akan lakukan," papar Darmawan.

"Kami ingin memastikan bahwa generasi selanjutnya memiliki masa depan yang lebih baik. Jadi yang PLN lakukan adalah mengurangi efek gas rumah kaca dan PLN berkomitmen melakukannya," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas