Kementerian ESDM Masih Siapkan Aturan Penyimpanan Karbon
Saat ini terdapat 15 proyek CCS/CCUS di Indonesia yang masuk tahap studi dan diharapkan seluruhnya dapat onstream sebelum 2030.
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) tengah mengatur pembentukan Peraturan Menteri (Permen) tentang Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS).Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengatakan, Permen tersebut saat ini masih dalam tahap pembentukan. Dia mengaku proses pembentukan kebijakan itu, turut melibatkan stakeholder terkait.
"Lagi disusun, supaya aturannya jelas. Nanti juga melibatkan banyak stakeholder," ujar Menteri ESDM, Arifin Tasrif usai menghadiri acara Peluncuran Program Mentari Efisiensi Energi, Senin (28/11/2022).
Dia mengatakan, Permen CCS/CCUS juga dinilai bakal aman jika diterapkan di Indonesia.
"Permennya itu mengatur bahwa CCS/CCUS itu aman, teknologinya tersedia, dan bisa membantu kita punya capturing," ucapnya.
Mengutip Kontan, Kementerian ESDM menjelaskan fokus CCS/CCUS pada rancangan aturan ini adalah pada wilayah kerja migas, menekankan aspek teknis sesuai standar dan kaidah keteknikan yang baik dengan memperhatikan karakteristik lokasi (site specific), serta membuka peluang monetitasi dari kegiatan tersebut.
Saat ini terdapat 15 proyek CCS/CCUS di Indonesia yang masuk tahap studi dan diharapkan seluruhnya dapat onstream sebelum 2030.
Baca juga: Metode CCUS Bisa Diandalkan untuk Kejar Target Pengurangan Karbon Hingga 20 Persen
Dari seluruh proyek tersebut, Proyek EGR/CCUS Tangguh yang dikelola BP Berau Ltd, paling maju dibandingkan proyek lainnya dan ditargetkan onstream 2026 dengan potensi CO2 sebanyak 25 juta-32 juta ton selama 10 tahun.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.