Tribun Bisnis

Emiten Tunas Ridean Akan Go Private, 56 Pemegang Saham Publik Sudah Jual Sahamnya

Go private merupakan aksi korporasi, di mana sebuah perusahaan terbuka atau emiten berubah menjadi perusahaan tertutup.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Emiten Tunas Ridean Akan Go Private, 56 Pemegang Saham Publik Sudah Jual Sahamnya
capture zoom meeting
Direktur Utama Grup Tunas Ridean, Rico Adisurja Setiawan menyampaikan pendapatan bersih Grup untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2021 sebesar Rp 5,6 triliun meningkat 26% dari tahun sebelumnya, sementara laba yang diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp214,1 miliar meningkat 100%. Laba per saham juga naik 100% menjadi Rp38. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada 29 Juli 2022, PT Tunas Ridean Tbk (TURI) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di mana semua pemegang saham independen yang hadir dengan suara bulat menyetujui keputusan sehubungan dengan rencana go private melalui pembelian kembali saham.

Go private merupakan aksi korporasi, di mana sebuah perusahaan terbuka atau emiten berubah menjadi perusahaan tertutup.

Perusahaan mengumumkan perpanjangan jangka waktu pembelian kembali saham, yang dimulai pada 12 September 2022 sampai 12 Oktober 2022 dengan harga penawaran Rp 1.700 untuk setiap saham.

Baca juga: Tunas Ridean Bukukan Laba Rp 730 Miliar di Kuartal III 2022 

"Selama dilakukannya pembelian kembali saham tahap kedua, terdapat 56 pemegang saham independen yang menjual sahamnya, setara dengan 8.645.978 saham," ujar Direktur PT Tunas Ridean Tbk Andrew Ling dalam konferensi pers, Rabu (7/12/2022).

Sementara pada akhir periode tersebut, perusahaan memiliki 59 pemegang saham independen yang memiliki 1.347.078 saham.

Diketahui, sebelumnya dalam kurun waktu 2 Agustus 2022 sampai 2 September 2022, sebagai bagian dari rencana go private, perusahaan melakukan prosedur pembelian kembali saham untuk membeli kembali seluruh saham yang dimiliki oleh pemegang saham publik.

Jumlahnya sebanyak 419.982.000 saham atau 7,52 persen dari jumlah yang ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp 1.700.

"Perusahaan telah berhasil membeli kembali sebanyak 409.988.944 saham atau setara dengan 97,6 persen dari saham publik sebesar 419.982.000, yang merupakan objek pembelian kembali saham perusahaan dari 218 pemegang saham publik," pungkas Andrew.

Sebagai tambahan informasi, perdagangan saham emiten dealer otomotif itu di BEI masih dihentikan sementara sejak 27 Mei 2022 sehubungan dengan rencana untuk go private dan delisting tersebut.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas