Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian Petakan Potensi Industri Drone Nasional
Hasil pemetaan menjadi dasar pembinaan, penguatan teknologi, standardisasi, serta pengembangan pasar drone dalam negeri.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian memetakan potensi industri drone nasional seiring meningkatnya pemanfaatan UAV di berbagai sektor
- Upaya ini dilakukan melalui kunjungan ke Frogs Indonesia di Bantul, DIY, untuk memetakan kapasitas dan kesiapan IKM drone daerah
- Hasil pemetaan menjadi dasar pembinaan, penguatan teknologi, standardisasi, serta pengembangan pasar drone dalam negeri.
TRIBUNNEWS.COM, BANTUL – Di tengah meningkatnya pemanfaatan drone atau unmanned aerial vehicle (UAV) di berbagai sektor, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian mulai memetakan potensi industri drone nasional.
Salah satunya dilakukan melalui kunjungan ke Frogs Indonesia di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (6/2/2026) pekan lalu.
Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan keberadaan dan kapasitas Industri Kecil dan Menengah (IKM) drone di DIY, sekaligus meninjau potensi pengembangan industri drone di wilayah tersebut.
Baca juga: Kemenperin Percepat Sertifikasi Halal, 232 IKM di Kalimantan Selatan Difasilitasi Sepanjang 2025
Rombongan Ditjen IKMA dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita, didampingi Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Dini Hanggandari serta Direktur Industri Aneka Reny Meilany.
Sejumlah pejabat teknis Ditjen IKMA yang membidangi sektor elektronika dan industri aneka turut serta dalam kegiatan tersebut.
Kunjungan diterima langsung oleh Direktur Frogs Indonesia Asro Nasiri di fasilitas produksi perusahaan.
Dalam kesempatan itu, Frogs Indonesia memaparkan profil perusahaan sebagai salah satu pelaku manufaktur drone nasional yang terus mendorong inovasi produk dan peningkatan kapasitas produksi.
Ditjen IKMA juga meninjau secara langsung proses produksi dan perakitan drone, mulai dari tahap desain, pengendalian mutu (quality control), hingga kesiapan fasilitas produksi.
Peninjauan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kemampuan dan kesiapan industri drone di daerah.
Asro Nasiri mengatakan, pemetaan industri drone menjadi langkah penting untuk memperkuat dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha.
Menurutnya, pemetaan tersebut akan membantu pemerintah memahami kondisi riil industri drone di lapangan.
“Pemetaan ini penting agar pemerintah memiliki gambaran kondisi industri drone secara langsung. Harapannya, dukungan ke depan bisa semakin kuat, baik dari sisi pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas produksi, maupun akses pasar,” ujarnya.
Dirjen IKMA Reni Yanita mengatakan pemetaan IKM drone di DIY dilakukan untuk mengidentifikasi kapasitas produksi, kesiapan teknologi, serta kebutuhan pelaku industri.
Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembinaan dan penguatan industri ke depan.
Baca tanpa iklan