Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Barang-barang di Pasar Bersiap Melonjak Imbas Kenaikan Harga Plastik

Pedagang pasar saat ini masih menahan harga barang di pasar meski margin menipis, namun kenaikan barang pasar sulit dihindari.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Harga Barang-barang di Pasar Bersiap Melonjak Imbas Kenaikan Harga Plastik
Tribunnews/Irwan Rismawan
HARGA PLASTIK - Pedagang melayani pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Lonjakan harga plastik dipicu gangguan pasokan bahan baku global. 

Ringkasan Berita:
  • Harga plastik melonjak hingga 50 persen akibat gangguan pasokan global dan konflik Timur Tengah.
  • Pedagang menahan harga meski margin menipis, namun kenaikan barang pasar sulit dihindari.
  • Pasokan mulai langka, sementara permintaan tetap tinggi karena plastik kebutuhan utama usaha.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga barang-barang di pasar bakal mengalami kenaikan seiring telah melonjaknya harga plastik imbas perang Israel-AS vs Iran.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan mengatakan, kenaikan harga plastik berpotensi mendorong harga barang di pasar.

“Beberapa anggota kami masih menahan harga agar pelanggan dan langganannya tidak lari,” ujar Reynaldi dikutip dari Kontan, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Harga Plastik Melonjak Imbas Perang Timteng, Masyarakat Kelas Bawah Paling Terdampak

Ia menyebut, langkah tersebut berdampak pada menipisnya margin keuntungan pedagang

Oleh sebab itu, IKAPPI terus mendorong penggunaan alternatif kantong belanja non-plastik, seperti tas anyaman.

Rekomendasi Untuk Anda

Gerakan penggunaan tas belanja ramah lingkungan ini telah lama dikampanyekan, namun adopsinya masih terbatas karena kebiasaan konsumen yang masih bergantung pada plastik.

“Kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan karena perilaku konsumen yang terbiasa menggunakan plastik,” jelasnya.

Reynaldi menilai stabilitas pasokan bahan baku plastik sangat bergantung pada kondisi geopolitik global. 

Konflik di Timur Tengah, khususnya perang antara Amerika Serikat dan Iran, dinilai turut mengganggu rantai pasok dan distribusi bahan baku plastik.

Ia menambahkan, pemerintah perlu memperkuat hubungan dagang dengan negara pemasok lain seperti Thailand untuk menjaga kelancaran impor dan meredam gejolak harga di dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor plastik dan barang dari plastik (HS 39) Indonesia mencapai US$ 873,2 juta atau setara Rp 14,78 triliun pada Februari 2026.

China menjadi pemasok terbesar dengan nilai US$ 380,1 juta, diikuti Thailand sebesar US$ 82,7 juta dan Korea Selatan US$ 66,7 juta. Impor juga berasal dari Amerika Serikat senilai US$ 29,9 juta dan Arab Saudi sebesar US$ 14,9 juta.

Selain itu, pasokan plastik turut berasal dari Vietnam, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Taiwan.

Naik Hingga 50 Persen

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas