DPR Khawatir Ancaman Peralihan Pertamax ke Pertalite, Pertamina Harus Jelaskan Stok BBM Subsidi
DPR khawatir kenaikan Pertamax memicu lonjakan konsumsi Pertalite. Pertamina akan dipanggil untuk menjelaskan kesiapan stok.
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Whiesa Daniswara
"Kami ingin memastikan kebijakan energi yang diambil tetap seimbang antara keberlanjutan fiskal negara dan perlindungan terhadap masyarakat serta dunia usaha," papar dia.
Dampak Kenaikan Harga BBM
Dampak kenaikan harga Pertamax mulai terasa di berbagai daerah.
Pertalite cepat habis di SPBU, membuat warga harus mengantre hingga malam hari.
Banyak pengendara akhirnya terpaksa membeli Pertamax yang lebih mahal, menambah beban ekonomi di tengah tekanan harga bahan bakar.
Harga Pertamax saat ini adalah Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 dijual Rp 17.000 per liter.
Harga Pertalite ditetapkan pada angka Rp 10.000 per liter.
Selisih harga Pertamax dengan Pertalite adalah Rp 6.250 per liter, sedangkan selisih Pertamax Green dengan Pertalite sebesar Rp 7.000 per liter.
PT Pertamina Patra Niaga sebelumnya telah melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian dilakukan sesuai mekanisme evaluasi dan regulasi yang berlaku.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," ujar Roberth.
Ia memastikan stok Pertamax dan Pertamax Green tetap tersedia di seluruh SPBU Pertamina.
"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina," jelasnya.
Pertamina juga menegaskan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Rp6.800 per liter.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter disebut membuat selisih harga dengan Pertalite semakin lebar, sehingga konsumsi BBM subsidi meningkat di sejumlah daerah dan memicu kelangkaan serta antrean panjang di SPBU.
(*)