Tribun

Virus Corona

IKAPPI Jakarta Tolak Libatkan Preman Pasar Awasi Warga soal Protokol Kesehatan

jauh lebih efektif jima pengawasan dilakukan oleh paguyuban atau ketua-ketua blok pasar, karena keterlibatan pedagang justru memperkuat disiplin

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
IKAPPI Jakarta Tolak Libatkan Preman Pasar Awasi Warga soal Protokol Kesehatan
Budi Sam Law Malau/Warta Kota
ilustrasi.48 preman pasar tenabang yang ditangkap Polda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) DKI Jakarta menyoroti pernyataan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono yang ingin merekrut preman pasar untuk membantu aparat keamanan mengawasi warga dalam menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Saya kira bapak Wakapolri tidak perlu sampai sejauh itu melibatkan preman pasar untuk mengawasi aktivitas warga, terutama di pasar-pasar," kata Ketua DPW IKAPPI Jakarta, Miftahudin dalam pesan yang diterima Tribunnews, Sabtu (12/9/2020).

Menurutnya, jauh lebih efektif jika pengawasan dilakukan oleh paguyuban atau ketua-ketua blok pasar, karena keterlibatan pedagang justru memperkuat disiplin pedagang.

"Saat ini para pedagang pasar di DKI Jakarta memang terpukul karena penurunan omset sekitar 60-70 persen akibat PSBB," katanya

Dalam temuan IKAPPI Jakarta, Miftah mengatakan ada kurang lebih sekitar 400 ribu pedagang pasar tradisional dan pedagang kaki lima di sekitar pasar yang mengalami dampak penurunan omset akibat pagebluk.

Baca: Rencana Berdayakan Preman Pasar Harus Tetap dalam Pengawasan TNI-Polri, Kalau Tidak Bisa Semena-mena

Para pedagang, dikatakan Miftah, saat ini sedang mencoba bangkit kembali dan memulai aktivitas roda ekonomi mereka mencari nafkah untuk keluarga.

"Namun, tidak elok rasanya bila pada saat para pedagang mencari nafkah, aktivitas jual beli yang sedang berlangsung diawasi oleh para preman pasar. Jelas para pedagang pasar akan merasa terintimidasi dengan kehadiran para preman pasar mengawasi aktivitas mereka," katanya.

IKAPPI DKI Jakarta pun mendorong agar pemerintah atau apparat keamanan (TNI – POLRI) menyiapkan langkah-langkah yang kongkrit dan diharapkan oleh para pedagang, agar para pedagang merasa terlindungi dan terayomi dengan baik.

"Lebih baik pelibatan Pramuka atau personel IKAPPI untuk membantu memberikan penyuluhan dan mengingatkan bahaya Covid-19 kepada para pedagang di pasar dengan cara yang lebih humanis ketimbang ide melibatkan preman pasar yang cenderung justru kurang humanis dan tidak mengayomi para pedagang," katanya.

"Pedagang sudah tertekan kami berharap kita semua membantu pedagang agar mampu melewati kondisi berat ini" pungkas Miftah.

Diberitakan, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono berencana memberdayakan preman pasar untuk membantu pengawasan protokol kesehatan di pasar.

Baca: Wakapolri Berencana Berdayakan Preman Awasi Protokol Kesehatan, Legislator Gerindra: Baik Adanya

“Kita juga berharap penegak disiplin internal di klaster pasar, di situ kan ada 'jeger-jegernya' di pasar, kita jadikan penegak disiplin," kata Gatot di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (10/9/2020) seperti dilansir dari ANTARA.

Kendati demikian, menurut Gatot, TNI-Polri akan tetap mengawasi para preman tersebut agar tidak melanggar aturan dan tetap mengedepankan cara humanis.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas