Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Sikapi Soal Kerumunan Massa, Maman Imanulhaq Tegaskan Pentingnya Penegakan Protokol Kesehatan

Maman Imanulhaq menilai penegakan protokol kesehatan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat termasuk pemerintah.

Sikapi Soal Kerumunan Massa, Maman Imanulhaq Tegaskan Pentingnya Penegakan Protokol Kesehatan
TRIBUN/DANY PERMANA
Politisi Maman Imanulhaq yang juga Ketua KITA (Kerapatan Indonesia Tanah Air) berbincang dengan redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Senin (23/11/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Badan Kebijakan Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Maman Imanulhaq menilai penegakan protokol kesehatan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat termasuk pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Maman menanggapi wacana yang membandingkan kerumunan dalam kegiatan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dan kerumunan dalam penyelenggaraan Pilkada yang mencuat akhir-akhir ini.

Maman menilai Pilkada serentak 2020 tidak boleh ditunda dan harus tetap menjalankan protokol kesehatan meski sebelumnya pihaknya menyarankan pemerintah untuk mendengar saran dari banyak ormas keagamaan yang meminta pemerintah menunda Pilkada serentak 2020.

Baca juga: Update 25 November: Bertambah 5.534, Total Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Berjumlah 511.836

"Pilkada adalah sebuah proses demokrasi yang tidak boleh tertunda, tetapi tetap mewajibkan protokol kesehatan yang ketat. Soal itu ternyata dilanggar, nah itu yang sebenarnya menjadi kewajiban kita secara keseluruhan," kata Maman saat berkunjung ke Kantor Redaksi Tribunnews.com di Jakarta Pusat pada Senin (23/11/2020).

Maman melanjutkan, Presiden Joko Widodo dalam suatu dialog bersamanya pernah mengungkapkan momentum Covid-19 adalah momen penting untuk melihat tiga hal dalam konteks pemerintahan.

Pertama, kata Maman, adalah reformasi birokrasi.

Baca juga: Jokowi: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Tetapi Kita Akan Terus Melangkah

Kedua, lanjut dia, adalah momentum validasi data.

Ketiga dan yang terpenting, kata dia, adalah pola komunikasi dan kordinasi.

"Makanya kata Presiden kemarin, kita akan menjadi negara maju, dengan cara bagaimana kita melakukan penanganan covid-19 ini. Kalau reformasi birokrasi, validasi data, koordinasi kita perbaiki, saya yakin, dia bilang 2025 kita akan muncul menjadi negara maju," kata Maman.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas