Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Soroti Perpanjangan PPKM, Epidemiolog Ingatkan Indonesia Belum Sampai Puncak Pandemi

Epidemiolog Dicky Budiman menyebut efektivitas perpanjangan PPKM bergantung pada timing, dosis dan durasinya.

Soroti Perpanjangan PPKM, Epidemiolog Ingatkan Indonesia Belum Sampai Puncak Pandemi
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pedagang kaki lima (PKL) menjajakan dagangannya di area luar Taman Tegallega di Jalan Mohammad Toha, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/1/2021). Taman Tegallega sementara ini ditutup untuk umum di saat Pemerintah Kota Bandung memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mencegah penyebaran Covid-19. Meski taman tersebut ditutup sementara dari aktivitas warga, para PKL tetap memilih berjualan di luar area taman hingga memenuhi sekeliling luar taman. Epidemiolog Dicky Budiman menyebut efektivitas perpanjangan PPKM bergantung pada timing, dosis dan durasinya. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai 26 Januari sampai 8 Februari mendatang.

Tercatat, ada sekitar tujuh wilayah provinsi yang memperpanjang PPKM dengan memprioritaskan sejumlah kabupaten/kota.

Lantas apakah perpanjangan PPKM ini menjadi efektif?

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebut efektifitas perpanjangan PPKM bergantung pada tiga hal.

Baca juga: PPKM Tak Efektif Apabila Masyarakat Tidak Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

"Selalu dari awal tentang PSBB saya ingatkan, (efektivitas keberhasilan) ada 3 hal, yakni timing, durasi dan dosis," kata Dicky, dikutip dari tayangan Kompas TV, Senin (25/1/2021).

Menurut Dicky, timing untuk melakukan PPKM ini sudah tepat.

Sebab, saat ini Indonesia mengalami kelonjakan pasien Covid-19 hingga terdapat penambahan belasan ribu kasus per hari.

Namun, terkait durasi, Dicky mengkritik karena PPKM dilakukan dengan sangat singkat.

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman (Tangkapan Layar YouTube Kompas TV)

"Soal durasi, dari awal saya sampaikan nggak mungkin dua minggu, lockdown saja harusnya minimal satu bulan."

"Artinya kita akan lebih dari itu, masalah durasi ini akan berpengaruh pada dampak yang lain kalau kita setengah-setengah," ujarnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Inza Maliana
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas