Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Legislator Gerindra: Indonesia Turun Kelas, Kebijakan Ekonomi Perlu Dievaluasi

Sebelumnya, Indonesia masuk kategori negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country) pada 2019. 

Legislator Gerindra: Indonesia Turun Kelas, Kebijakan Ekonomi Perlu Dievaluasi
dpr.go.id
Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan laporan Bank Dunia (World Bank) pada 1 Juli 2021, Indonesia dinyatakan turun kelas menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle income country).

Sebelumnya, Indonesia masuk kategori negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country) pada 2019. 

Dalam laporan yang diperbarui setiap 1 Juli itu, penurunan kelas terjadi seiring dengan menurunnya pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita pada tahun 2020. Tahun lalu, pendapatan per kapita Indonesia sebesar 3.870 dollar AS, turun dari tahun 2019 yang sebesar 4.050 dollar AS. 

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra Heri Gunawan menyatakan bahwa turunnya Indonesia dari negara berpendapatan menengah atas menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah patut menjadi bahan evaluasi terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.

Politisi yang biasa disapa Hergun itu menambahkan, adanya Pandemi Covid-19 tidak bisa dijadikan pembenaran atas turunnya kasta tersebut. Karena dari sekian ratus negara hanya ada beberapa yang turun kasta. Padahal pandemi ini menyasar seluruh dunia.

Selain Indonesia, negara yang mengalami perubahan ke kelas pendapatan menengah ke bawah adalah Belize, Iran, Haiti, Samoa, dan Tajikistan.

“Status baru Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah ke bawah sejatinya sudah terlihat sejak akhir 2019 dimana sudah terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi,”ujar Hergun, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (10/7/2021).

Menurut data BPS, pada kurtal IV-2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,97% (yoy). Capaian tersebut mengalami penurunan dibanding kuartal III-2019 yang bisa tumbuh sebesar 5,02%. 

Adapun sepanjang tahun 2019 pertumbuhan ekonomi tercatat hanya tumbuh 5,02%, melambat dibanding 2018 yang bisa  tumbuh sebesar 5,17%. 

Lalu, ekonomi makin memburuk ketika memasuki awal 2020, dimana pada kuartal I-2020 pertumbuhan ekonomi turun  lagi menjadi 2,97%. 

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas