Pengendara Ramai-ramai Manfaatkan Pelonggaran di Pos Penyekatan Lenteng Agung
Seorang petugas kepolisian yang sedang melalukan pemantauan di lokasi mengatakan, penyekatan ini masih tetap dilakukan di pos penyekatan Lenteng Agung
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah telah resmi menerapkan kebijakan perpanjangan PPKM Level 4 khususnya untuk wilayah DKI Jakarta yang berlaku mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
Dengan adanya perpanjangan tersebut, maka kebijakan penerapan pos penyekatan di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya masih diberlakukan.
Namun demikian, berdasarkan pantauan Tribunnews.com di Pos Penyekatan Lenteng Agung, petugas keamanan memberlakukan pelonggaran pada posko penyekatan ini.
Seorang petugas kepolisian yang sedang melalukan pemantauan di lokasi mengatakan, penyekatan ini masih tetap dilakukan di pos penyekatan Lenteng Agung.
Hanya saja kata dia, petugas memberikan diskresi atau kelonggaran kepada pengendara.
Hal itu dikarenakan kata dia, melihat situasi arus lalu lintas yang tidak terlalu ramai di lokasi.
"Pagi tadi kami sudah sekat, tapi kami kasih kelonggaran sekarang karena kan banyak yang sudah masuk kantor jadi tidak terlau ramai," kata petugas kepolisian yang enggan menyebutkan namanya itu, Rabu (4/8/2021).
Kata dia, nantinya penerapan penyekatan akan kembali diberlakukan jelang sore hari.
Hal itu juga melihat kondisi atau situasi arus lalu lintas yang terjadi di pos penyekatan tersebut.
Baca juga: Transjakarta Masih Batasi Operasional Armada karena Perpanjangan PPKM Level 4
"Nanti jam 2 (siang) disekat lagi," sambungnya.
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, Rabu (4/8/2021), sekira pukul 11.50 WIB pengendara terlihat lalu lalang dari arah Depok menuju Pasar Minggu.
Pengendara ini melintasi posko penyekatan tanpa adanya penjagaan atau pemeriksaan dari petugas keamanan.
Tak sedikit juga dari mereka terlihat melintasi jalur dengan melewati sisi kiri jalan.
Di mana jalur tersebut merupakan akses khusus untuk tenaga kesehatan, baik dokter maupun bidan serta kendaraan dengan kepentingan darurat untuk melintas.