Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Haji 2019

Jemaah Haji Badal Tak Perlu Khawatir Ibadahnya Tak Sah, Petugasnya Ahli dan Profesional

Jika tak memungkinkan, beberapa jemaah haji terpaksa harus menggantikan beberapa proses ibadahnya ke petugas haji atau disebut dengan istilah badal.

Jemaah Haji Badal Tak Perlu Khawatir Ibadahnya Tak Sah, Petugasnya Ahli dan Profesional
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin menyapa jemaah haji Indonesia di Masjidil Haram, Kamis (1/8/2019). Lukman ke Masjidil Haram usai melakukan kunjungan ke sejumlah hotel tempat jemaah haji Indonesia menginap. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH – Karena berbagai halangan dan keadaan yang tak memungkinkan, beberapa jemaah haji terpaksa harus menggantikan beberapa proses ibadahnya ke petugas haji atau disebut dengan istilah badal.

Dalam hal ini Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin meminta kepada jemaah haji tidak perlu khawatir ibadahnya tidak akan sah saat dibadalkan ke petugas haji.

Dia menjamin para petugas yang mendapatkan amanah khusus untuk membadalhajikan jamaah yang sakit atau berhalangan adalah orang-orang pilihan yang ahli dan profesional.

“Mereka kita pilih dengan seleksi yang sangat ketat. Mereka adalah orang-orang yang sangat profesional orang-orang yang ahli yang lalu bisa menentukan apakah seorang jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu dia bisa melaksanakan sendiri hajinya atau terpaksa harus dibadalkan,” kata Lukman.

Baca: Kisah Pilu Calon Jemaah Haji, Lunasi Biaya Haji Plus Ratusan Juta, Gagal ke Tanah Suci

Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin menyapa jemaah haji Indonesia di Masjidil Haram, Kamis (1/8/2019). Lukman ke Masjidil Haram usai melakukan kunjungan ke sejumlah hotel tempat jemaah haji Indonesia menginap.
Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin menyapa jemaah haji Indonesia di Masjidil Haram, Kamis (1/8/2019). Lukman ke Masjidil Haram usai melakukan kunjungan ke sejumlah hotel tempat jemaah haji Indonesia menginap. (Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019)

Ia mengatakan, ada ukuran standar yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah atau kesehatan secara medis terkait ketentuan jamaah perlu dibadalhajikan atau tidak.

Oleh karena itu, Lukman menegaskan, kalau ada jemaah haji yang dibadalkan karena alasan kesehatan ia meminta jemaah untuk yakin bahwa yang membadalkan itu adalah orang yang terpilih.

“Karena ada syarat-syarat tertentu misalnya dia harus sudah pernah berhaji, dia juga harus punya kemampuan untuk mengendalikan diri karena berhaji itu adalah sesuatu ibadah yang memerlukan persyaratan tersendiri,” katanya.

Dalam waktu terakhir banyak jemaah dan keluarganya yang belum percaya sepenuhnya terhadap pembadal haji.

Menag menekankan pentingnya jemaah untuk percaya kepada pembadal haji yang merupakan para petugas haji pilihan.

“Poinnya adalah percayakan sepenuhnya kepada tim kesehatan dan kepada petugas-petugas kita yang akan membadalkan haji ketika ada jamaah haji yang kesehatannya terganggu,” katanya.

Penulis: Husein Sanusi
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas