Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

NATO Akui Jet Tempur Koalisi Bombardir Tank Pemberontak Libya

Pasukan NATO akhirnya mengakui telah memborbadir pasukan pemberontak Libya. Namun, NATO menyangkal serangan tersebut disengaja.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Ade Mayasanto
TRIBUNNEWS.COM, BRUSSEL - Pasukan NATO akhirnya mengakui telah memborbadir pasukan pemberontak Libya. Namun, NATO menyangkal serangan tersebut disengaja. Serangan itu dianggap sekedar kesalahan belaka.

NATO berkilah, serangan dilakukan karena mengira pasukan yang mengendarai tank tempur adalah pasukan pro Khadafy. Pasalnya, selama ini hanya pasukan pro Khadafy yang selama ini menggunakan tank tempur.

Hal ini dikemukakan Wakil Komandan Operasi NATO, Rear Harding seperti dilansir dari AP, Jumat (8/4/2011). Dia menjelaskan, saat serangan dilakukan, aliansi militer NATO sama sekali tidak memiliki informasi mengenai pasukan pemberontak yang telah menguasai tank tempur miliki pro Khadafy.

"Di masa lalu, hanya pasukan yang setia kepada Moammar Khadafy yang menggunakan kendaraan lapis baja berat," paparnya.

Harding juga mengatakan, situasi antara kota pesisir timur Brega dan Ajdabiya saat itu tidak terpetakan. Pasukan pro maupun pemberontak Khadafy bercampur baur. "Sehingga sulit bagi pilot untuk membedakan," tuturnya seraya menolak menyampaikan permintaan maaf atas jatuhnya korban di kalangan pemberontak Khadafy.

"Saya tidak meminta maaf," kata Harding. "Situasi di lapangan itu dan tetap sangat sulit membedakan mana pasukan pro Khadafy atau pemberontak. Dan sampai kemarin kami tidak memiliki informasi bahwa (pemberontak), pasukannya menggunakan tank."

Dia mengemukakan, hingga saat ini jet NATO telah menyerang 23 sasaran di Libya dalam 48 jam terakhir. Atas serangan tersebut, kalangan pemberontak dipastikan juga akan menjadi korban.

"Ini akan muncul bahwa dua serangan kita kemarin mungkin telah mengakibatkan kematian di kubu pemberontak," katanya kepada wartawan di Naples di mana pusat operasional aliansi itu terletak.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagaimana diketahui, NATO telah menyerang sebuah konvoi pemberontak Kamis (7/4/2011), menewaskan sedikitnya lima pejuang dan menghancurkan atau merusak sejumlah kendaraan lapis baja. Serangan, kedua kali ini dalam pekan ini, memicu amarah pemberontak terhadap NATO.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas