MH370 Hilang: Siapapun Pembajaknya, Dia Hebat dan Berdarah Dingin
Pembajak itu, kalau memang ada, tidak hanya ahli tapi juga memiliki mental pembunuh berdarah dingin.
Editor: Dahlan Dahi
![MH370 Hilang: Siapapun Pembajaknya, Dia Hebat dan Berdarah Dingin](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/20140317_153015_mh370-bandara-yang-mungkin-didarati.jpg)
TRIBUNNEWS.COM - Kantor berita Reuters mewawancarai sejumlah narasumber, termasuk enam pilot, untuk merekonstruksi, apa dan bagaimana pesawat Malaysia Airlines MH370 bisa dibajak, hilang, dan tak terpantau radar militer.
Para ahli dari 25 negara mencarinya, selama 10 hari, dan tak satupun --sejauh ini-- yang bisa memecahkan misteri itu.
Kesimpulannya, mengutip seorang veteran di maskapai penerbangan:
"Siapa pun pelakunya harus memiliki banyak pengetahuan mengenai pesawat, memiliki syaraf baja agar percaya diri melewati radar primer (militer) tanpa terdeteksi dan cukup percaya diri untuk mengendalikan sebuah pesawat yang mengangkut begitu banyak penumpang."
Pembajak itu, kalau memang ada, tidak hanya ahli tapi juga memiliki mental pembunuh berdarah dingin.
1. Waktu: Dini Hari, Saat Ngantuk
Pesawat MH370 Boeing 777 seri 200ER mengangkut 239 penumpang dan kru, Sabtu (8/3/2014). Pesawat masuk udara Malaysia pukul 01.19 dini hari.
Itu adalah saat yang meletihkan bagi penumpang, kru, petugas radar sipil maupun militer.
Bila benar pesawat itu dibajak, maka pemilihan waktu terbang pukul 01.19 dari Kualalumpur menuju Beijing tentu saja bukan kebetulan.
Para penyelidik fokus kepada percakapan terakhir menara pengawas dengan seseorang yang kemudian diduga sebagai kopilot.
"All right, good night". Begitu suara terakhir yang didengar petugas menara pengawas dari kokpit sebelum pesawat itu menghilang.
Kata-kata itu biasa saja, tak ada yang luar biasa bagi dunia penerbangan --kata-kata biasa yang tidak akan membangkitkan kecurigaan menara pengawas.
Dua menit kemudian, 01.21 waktu setempat, transponder (sebuah perangkat yang memungkinkan menara pengawas mengidentifikasi pesawat jet itu) dimatikan.
Tindakan itu, menurut para ahli penerbangan yang diwawancarai Reuters, merupakan urutan yang sudah dirancang dengan sangat hati-hati.