Di Toko Jepang Ini Awalnya Ngobrol dengan Gadis, Lalu Ditawari Menu Seks
ke luarlah menu khusus yang menawarkan permaian seks dalam waktu sekian membayar sekian ribu yen.
Editor: Johnson Simanjuntak
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Awalnya memang menawarkan ngobrol dengan para gadis saja. Tetapi lama-kelamaan setelah datang ke toko ini, ke luarlah menu khusus yang menawarkan permaian seks dalam waktu sekian membayar sekian ribu yen.
Akhirnya terungkap polisi dan Yuichi Fukushima, 31, sang manajer klub Fortune Cookie di Ikebukuro Tokyo ditangkap polisi.
"Baru-baru ini polisi Metropolitan Tokyo telah menangkap Yuichi Fukushima, 31, karena pelanggaran hukum perlindungan anak, mempekerjakan gadis di bawah usia dewasa pada klub dewasanya," papar sumber Tribunnews.com malam ini (30/9/2015).
Fukushima yang ditangkap polisi membantah hal tersebut dan mengatakan tidak tahu menahu soal menu khusus permainan seks tersebut.
Klub itu mengiklankan diri di berbagai tempat dengan menawarkan tamu diperbolehkan ngobrol dengan gadis remaja di kamar khusus.
Namun dalam kenyataan setelah ngobrol beberapa saat, muncullah menu khusus yang menawarkan pelayanan seks dalam hitungan menit dan bayaran ribuan sampai puluhan ribu yen tergantung lamanya bagi tamu.
Dalam enam bulan terakhir ini menurut polisi klub tersebut telah mengumpulkan dana penjualan sekitar lima juta yen penghasilan dari menu esek-esek nya tersebut.
Oleh karena pelanggaran yang dilakukan tersebut, tampaknya telah dilakukan beberapa kali, polisi akhirnya menutup klub tersebut.
Masih diselidiki terus kemungkinan klub tersebut menyalurkan uangnya ke mafia Jepang, Yakuza, dalam bentuk mikajimeryo (uang proteksi). Biasanya klub seperti ini menyetorkan uangnya ke Yakuza.
Info lengkap Yakuza dapay dibaca di www.yakuza.in