Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kabut Asap Selimuti Tiongkok, Kesehatan Warga Terancam

Sejak Kamis (27/11/2015), polusi udara terpantau semakin parah di Tiongkok.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kabut Asap Selimuti Tiongkok, Kesehatan Warga Terancam
Yahoo News/AP Photo/Andy Wong
Penampakan kabut asap pada Senin (30/11/2015), di jalanan Beijing, Tiongkok, di mana terdapat papan peringatan bertuliskan Jarak pandang rendah, kurangi kecepatan. 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Hingga Selasa (1/12/2015), kabut asap tebal dikabarkan masih menyelimuti Tiongkok dan semakin membahayakan kesehatan warga setempat.

Sejak Kamis (27/11/2015), polusi udara terpantau semakin parah di Tiongkok.

Dalam lima hari terakhir mencapai status "berbahaya", seperti dilaporkan oleh Reuters.

Kementerian Perlindungan Lingkungan Tiongkok mengatakan bahwa penyebab kabut asap tersebut adalah cuaca yang buruk.

Saat musim dingin, biasanya kualitas udara Beijing dikatakan akan memburuk, sebab di musim itu angin tidak bertiup, membuat polusi udara yang ditimbulkan oleh emisi kendaraan atau industri terperangkap.

Senin (30/11/2015) lalu, pemerintah dikatakan masih belum menganggap kabut asap menjadi ancaman, lantaran tidak diberikannya peringatan tertentu pada publik.

Namun, Al Jazeera mengatakan Selasa ini, pemerintah mulai mengambil langkah-langkah seperti menutup sekolah dan meminta warga mengurangi aktivitas outdoor.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, sejumlah pabrik dan area proyek konstruksi juga diberitahu untuk mengurangi pengoperasiannya.

Langkah-langkah itu mengikuti keluhan dari sejumlah warga yang mulai mengalami dampak buruk kabut asap itu terhadap kesehatan mereka.

"Saya merasa paru-paru saya sesak," kata seorang petugas keamanan sebuah gedung di pusat kota, Xu Pengfei, menambahkan kenyataan bahwa pekerjaannya memang menuntut dirinya untuk berada di luar ruangan.

Sejumlah rumah sakit juga dikatakan mulai kedapatan banyak pasien, terutama anak-anak, yang mengalami masalah pada organ pernapasannya. (Al Jazeera/Reuters)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas