Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dikhawatirkan Memicu Birahi, Presenter Wanita Dilarang Beradegan Makan Pisang di Televisi

Sebab, adegan memakan pisang oleh wanita dinilai bisa menggoda penonton dan menggiring pemikiran ke arah pornografi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Ada aturan baru lagi yang dikeluarkan Pemerintah China di Beijing terkait upaya untuk mencegah penyebaran pornografi.

Aturan ini, seperti dilansir laman UPI.com, Jumat (6/5/2016), terdengar unik dan mungkin menggelikan.

Pasalnya, pemerintah setempat melarang para pembawa acara wanita di jaringan video streaming di China untuk beradegan memakan pisang.

Sebab, adegan memakan pisang oleh wanita dinilai bisa menggoda penonton dan menggiring pemikiran ke arah pornografi.

Regulasi ini merupakan turunan dari aturan yang dibuat oleh Kementerian Kebudayaan negara itu, menyangkut konten internet yang tak sesuai dan tergolong erotis.

Di China, terdapat sejumlah situs video streaming yang memang populer, antara lain Douyu, Panda.tv, YY, Zhanqi TV, dan Huya.

Selanjutnya, semua pihak yang terkait dengan layanan video streaming tadi harus tunduk dan patuh terhadap regulasi itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain tak boleh memegang dan memakan pisang di depan kamera, para penyiar wanita pun dilarang mengenakan stocking ataupun suspender ketika membawakan acara.

Pihak Kementerian Kebudayaan China mengumumkan regulasi itu bulan lalu.

Tak ayal, aturan tentang "makan pisang" itu pun langsung mengundang reaksi dari pengguna media sosial.

Umumnya, mereka mempertanyakan apa yang menjadi hal krusial dari adegan memakan pisang sehingga dikaitkan sebagai aksi provokatif mengarah ke pornografi.

Sementara itu, ada pula yang mempertanyakan mengapa aturan serupa tak diterapkan kepada para pembawa acara berjenis kelamin laki-laki.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas