Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Istri Marinir Siram Selingkuhan Suaminya dengan Air Mendidih

Akibatnya, Hannah Stokes, selingkuhan suami Monika, mengalami luka bakar cukup parah di sekujur tubuhnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Istri Marinir Siram Selingkuhan Suaminya dengan Air Mendidih
Telegraph
Monika Fourie (kiri) dan Hannah Stokes. 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Mengetahui suami berselingkuh tentu merupakan hal paling tak diharapkan oleh perempuan manapun.

Salah satu perempuan yang mengalami masalah ini adalah Monika Fourie (34), istri seorang prajurit marinir Inggris.

Begitu kesalnya Monika, hingga dia nekat menyiram selingkuhan suaminya dengan menggunakan air mendidih.

Akibatnya, Hannah Stokes, selingkuhan suami Monika, mengalami luka bakar cukup parah di sekujur tubuhnya.

Akibatnya, Hannah harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara Monika harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini sedang disidangkan di Pengadilan Plymouth, Inggris.

Suami Monika, Wouter (36) mulai berselingkuh dengan Hannah beberapa pekan sebelum insiden penyiraman air mendidih itu terjadi.

Jaksa penuntut mengatakan, Monika tanpa disengaja memergoki suaminya dan Hannah tengah bermesraan di ruang tamu kediamannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan tenang, Monika mengatakan, dia akan ke dapur untuk membuat secangkir kopi.

Namun, di dapur dia mengisi air mendidih ke dalam sebuah gelas besar.

Dia lalu kembali ke ruang tamu dan menyiramkan air mendidih itu ke tubuh Hannah yang sedang duduk di sofa.

Tak berhenti di situ, Monika lalu mengambil ketel di dapur yang masih berisi air mendidih, lalu membawanya ke ruang duduk dan menyiramkan sisa air mendidih itu ke tubuh Hannah.

Akibatnya, Hannah menderita luka bakar cukup parah di dada, leher, dan punggungnya.

Jaksa Jo Martin mengatakan, Hannah kemudian dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar tingkat dua dan harus menjalani operasi.

Sementara itu, Monika yang berasal dari Plymouth membantah sengaja ingin melukai Hannah dalam insiden yang terjadi pada 24 Oktober 2015 itu.

Jaksa Jo Martin mengatakan, Monika dan suaminya yang adalah kelahiran Afrika Selatan memang bermasalah dalam pernikahan mereka meski sudah dikaruniai seorang putri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas