Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Amerika Serikat Tarik Beberapa Diplomatnya Dari Venezuela

Pernyataan tersebut disampaikan Kedutaan Besar AS untuk Venezuela di kota Caracas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Amerika Serikat Tarik Beberapa Diplomatnya Dari Venezuela
Ist
Antrian masyarakat Venezuela untuk mendapatkan sembako murah dampak krismon di negara mereka 

TRIBUNNEWS.COM, CARACAS - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah memerintahkan staf di Venezuela untuk meninggalkan negara itu dan mendesak warga AS yang berada di sana agar mempertimbangkan kembali keputusan mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan Kedutaan Besar AS untuk Venezuela di kota Caracas.

Perlu diketahui, pada hari Rabu lalu, hubungan memanas antara Venezuela dan AS dimulai setelah pengakuan AS terhadap Juan Guaido sebagai Presiden Sementara Venezuela.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro pun marah dan memberikan waktu 72 jam kepada seluruh staf diplomatik AS untuk segera meninggalkan negara itu.

Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (25/1/2019), pada hari berikutnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kemudian mengatakan di depan Organisasi Negara-negara Amerika bahwa AS tidak lagi mengakui Maduro sebagai pemimpin sah Venezuela.

Baca: Rusia, Cina dan Turki tuding kekuatan asing berupaya merebut kekuasaan kepemimpinan di Venezuela

Para diplomat AS pun tidak diwajibkan untuk mematuhi perintah Maduro.

Langkah tersebut menyusul protes keras yang berlangsung selama berhari-hari dan memicu tindak kekerasan lebih lanjut.

Rekomendasi Untuk Anda

Termasuk pembakaran terhadap kantor pusat partai regional Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) yang menaungi Maduro di kota Maturin.

Setidaknya dua orang dinyatakan tewas dalam kerusuhan pada hari Rabu lalu.

Polisi dan pengawal nasional Venezuela juga mengeluarkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Di tengah protes oposisi, demonstrasi pro-Maduro juga digelar.

Pengamat politik negara itu mengatakan bahwa setidaknya massa yang mengikuti aksi demo itu memiliki jumlah yang sama dengan massa oposisi. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas