Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bantah Laporan, Donald Trump Mengaku Enggan Berbisnis dengan Huawei

Ada sebuah laporan yang mengklaim bahwa ia akan memberikan perpanjangan lisensi selama 90 hari kepada Huawei.

Bantah Laporan, Donald Trump Mengaku Enggan Berbisnis dengan Huawei
Mainichi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan PM Jepang Shinzo Abe (kanan) dalam pertemuan Jumat (28/6/2019) pagi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan rencana untuk menghentikan bisnis secara total dengan raksasa Tiongkok, Huawei.

Alasan yang digunakan Trump adalah terkait 'ancaman keamanan nasional'.

Namun ada sebuah laporan yang mengklaim bahwa ia akan memberikan perpanjangan lisensi selama 90 hari kepada Huawei.

Dikutip dari laman Russia Today, Senin (19/8/2019), setelah meninggalkan klub golfnya di Bedminster pada hari Minggu kemarin, Trump mengatakan dirinya telah menampik isu yang dihembuskan media setempat.

Isu tersebut terkait pemberitaan bahwa pemerintahannya akan memberikan izin bagi perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok itu untuk membeli pasokan dari perusahaan AS selama tiga bulan ke depan.

Baca: Kisah Tersisa dari Remaja Paskibraka: Hadiah Sepeda dan Sepatu dari Jokowi untuk Gita Bahana

"Dilaporkan hari ini, saya terkejut, bahwa (ada kabar menyebut) kami terbuka untuk melakukan bisnis (dengan Huawei), padahal kami secara terbuka menyatakan tidak melakukan bisnis dengan mereka, jadi saya tidak tahu siapa yang memberikan laporan itu," kata Trump. 

Baca: Tragis, Lambung Kapal KM Mina Sejati yang Dibajak ABK-nya Sendiri Kini Bocor dan Nyaris Tenggelam

Trump sebelumnya mengindikasikan bahwa dirinya melihat Huawei bisa dijadikan sebagai 'alat tawar menawar' dalam perang dagang dengan Tiongkok yang tak kunjung selesai. 

Baca: Aksi Heroik Lidia Septiani Berakhir Tragis: Kejar Jambet, Meninggal Dunia Diterjang Motor Pelaku

Perang tersebut memang telah membuat kedua negara saling 'menampar' melalui penerapan tarif impor pada barang-barang bernilai miliaran dollar.

Ia memang tidak akan mengakui bahwa dirinya telah berbicara dengan pihak Huawei dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, dua pihak yang berjanji untuk membahas mengenai perdagangan melalui sambungan telepon.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas