Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kisah Wanita Disabilitas Temukan Cinta Lewat Tinder, Pernah Ditolak & Disebut Tak Layak Dicintai

Marna Michele (27), wanita asal California, AS, ini bercerita tentang kisahnya bersama pasangannya Robert, usai mengobrol lewat aplikasi kencan Tinder

Kisah Wanita Disabilitas Temukan Cinta Lewat Tinder, Pernah Ditolak & Disebut Tak Layak Dicintai
Tangkapan layar (Image: MDWfeatures / Marna Michele)
Marna dan sang kekasih Robert 

TRIBUNNEWS.COM - Marna Michele (27), wanita asal California, AS, ini bercerita tentang kisahnya bersama pasangannya Robert, usai mengobrol lewat aplikasi kencan Tinder selama enam bulan.

Marna merupakan wanita penyandang disabilitas, sehrai-harinya dirinya banyak beraktifitas dengan bantuan kursi rodanya.

Sebelum bertemu sang kekasih Robert, Marna pernah mengklaim dirinya merupakan wanita yang tak layak dicintai.

Marna Michele menghabiskan hidupnya ditolak oleh pria karena kondisi fisiknya, yang membuatnya bergantung pada kursi roda.

Marna Michele (Image: MDWfeatures / Brittini Raffi Dec)
Marna Michele (Image: MDWfeatures / Brittini Raffi Dec)

Tapi musisi 27 tersebut kini bertemu dengan pasangannya Robert yang menurutnya merupakan pria paling baik yang pernah ditemui.

"Aku punya pacar terbaik dan aku senang menemukannya," katanya. "Kami bertemu melalui Tinder dan aku tahu dia istimewa saat kita bertemu."

Dilansir TribunSolo.com dari Mirror.co.uk, Marna dilahirkan dengan arthrogryposis, sebuah istilah umum untuk pengembangan kontraktur non-progresif yang mempengaruhi satu atau lebih area tubuh sebelum kelahiran.

Baca: Wanita di Boyolali Gelapkan Uang Perusahaan Miliaran, Akui Untuk Perawatan Kecantikan & Traveling

Baca: Pemuda di Inggris Buta Saat Usianya Menginjak 17 Tahun karena Hanya Makan Junk Food Selama 10 Tahun

Dari usia lima hingga 13 tahun, ia harus menggunakan penyangga kaki untuk berjalan, tetapi seiring bertambahnya usia, daya karena berdiri menjadi terlalu berat bagi tulang-tulangnya dan ia akhirnya menggunakan kursi roda.

Kondisinya tersebut juga dikatakannya membuat masa remajanya hancur, dia diintimidasi karena 'berbeda' dan merasa sulit untuk berkencan dengan anak laki-laki karena mereka hanya melihat fisik belaka.

Tetapi dia menolak untuk membiarkan ejekan itu menjatuhkannya dan tahu bahwa suatu hari dia akan menemukan seseorang untuk mencintainya apa adanya.

Baca selengkapnya >>>>>>>>

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Garudea Prabawati
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas