Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mengenal Asal Usul 'Ikan Penis' yang Bikin Banyak Netizen Penasaran

Ribuan makhluk yang bentuknya mirip penis, terdampar di sebuah pantai di California, Amerika Serikat (AS).

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Mengenal Asal Usul 'Ikan Penis' yang Bikin Banyak Netizen Penasaran
KATE MONTANA, INATURALIST CREATIVE COMMONS
Seseorang memegang ikan penis yang terdampar di pantai Amerika. 

TRIBUNNEWS.COM, AS - Ribuan makhluk yang bentuknya mirip penis, terdampar di sebuah pantai di California, Amerika Serikat (AS).

Makhluk ini sejatinya sejenis cacing innkeeper gemuk bernama latin Urechis caupo.

Namun, meski mereka masuk golongan cacing, mereka kerap disebut "ikan penis'.

Cacing-cacing itu lazimnya mengubur diri mereka dalam-dalam di pasir.

Akan tetapi, badai yang menerjang baru-baru ini mencabut dan membawa mereka ke Pantai Drakes, sekitar 80 kilometer sebelah utara San Francisco.

Alhasil pantai itu penuh dengan hamparan ikan penis.

Baca: Pria Ini Hebohkan Sosial Media saat Dirinya Terbang Gunakan Sapu Seperti Harry Potter, Ini Faktanya

"Bentuk fisik cacing gemuk innkeeper memang mengundang pertanyaan.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, bentuk cacing tersebut sempurna untuk hidup di dalam tanah seumur hidup," tulis ahli biologi, Ivan Parr.

Ditambahkannya, ada bukti fosil makhluk tersebut berumur 300 juta tahun dan beberapa di antaranya bisa hidup sampai 25 tahun.

Munculnya ikan penis ini mengundang polemik di media sosial karena bentuknya.


Di pantai, cacing itu akan menggali lubang berbentuk huruf U sedalam beberapa meter.

Istilah cacing innkeeper, berasal dari cara hidup mereka dan terowongan-terowongan di dalam tanah yang mereka ciptakan bagi hewan-hewan lain—seperti selayaknya pengelola penginapan.

Map

Cacing innkeeper sendiri merupakan santapan bagi beberapa spesies, seperti ikan, hiu, dan berang-berang.

Manusia pun menyantap cacing tersebut. 

Urechis unicinctus, spesies yang ditemukan di Asia Timur, kerap menjadi bahan makanan bagi penduduk di sejumlah negara, termasuk Korea Selatan.

Sumber: BBC Indonesia
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas