China Klaim Obat Flu dari Jepang Ampuh Sembuhkan Corona, Butuh Persetujuan Bila Digunakan
Obat favipiravir yang digunakan Jepang untuk mengobati influenza tampaknya efektif untuk pasien Covid-19.
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Ifa Nabila
Ini dilakukan sebelum memberikannya kepada populasi atau masyarakat luas.
"Vaksin pertama yang kami buat akan diberikan kepada para petugas medis dan pekerja kritis," jelas Gates.
"Ini bisa saja dilakukan sebelum 18 bulan jika semua berjalan dengan baik," tambahnya.
Yayasan Bill dan Belinda Gates adalah salah satu penyokong Coalition for Epidemic Preparadness Innovations.
Baca: Cara Maia Estianty Sambut Kedatangan El Rumi dari London, Sementara Ogah Sentuhan, Takut Corona
Baca: Persib Bandung Alami Kendala Pasca Wabah Virus Corona Melanda Indonesia
Organisasi ini bergerak pada penyediaan dana bagi para ilmuwan yang bekerja dalam pengembangan vaksin Covid-19.
Sementara itu, organisasi ini pada Rabu (18/3/2020) lalu, baru saja mengumumkan proyek vaksin Covid-19 ketujuhnya.
Ternyata jangka waktu yang dikatakan Gates sama halnya dengan prediksi lembaga penelitian lainnya.
Seperti halnya yang dikatakan Kepala National Institutes of Health, Anthony Fauci.
Dia mengaku kepada awak pers bahwa vaksin temuan mereka memakan waktu sekitar 12 hingga 18 bulan untuk bisa jadi sepenuhnya.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)