Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kulit Menghitam Saat Pengobatan Covid-19, Dokter di Wuhan Meninggal Seusai Berjuang Lima Bulan

kulit menghitam disebabkan liver mereka yang mengalami kerusakan dikarenakan ketidakseimbangan hormon.

Kulit Menghitam Saat Pengobatan Covid-19, Dokter di Wuhan Meninggal Seusai Berjuang Lima Bulan
Beijing TV Station via Daily Mirror
Dr Hu Weifeng, dokter yang bekerja di rumah sakit Wuhan, China, yang kulitnya menghitam karena menerima pengobatan virus corona. Dokter berusia 42 tahun itu dilaporkan meninggal setelah lima bulan berjuang. 

TRIBUNNEWS.COM, WUHAN - Kabar duka datang dari Wuhan, China.

Dr Hu Weifeng yang terinfeksi Covid-19, dilaporkan meninggal seusai berjuang selama lima bulan.

Dalam proses pengobatannya itu, Dr Hu mengalami kulit yang menghitam.

Dr Hu Weifeng terinfeksi Covid-19, ketika dia tengah merawat yang terjangkit virus yang sama di rumah sakit Wuhan pada Januari lalu.

Baca: Sembuh dari Covid-19, Nenek Berusia 103 Tahun Ini Langsung Tenggak Bir

Baca: Nenek 100 Tahun Sembuh dari Covid-19 di Surabaya, Khofifah Sebut Vaksin Paling Ampuh

Dr Yi Fan, satu dari dua dokter di Wuhan, China yang dilaporkan kulitnya menghitam setelah nyawa mereka bisa diselamatkan dari Covid-19. Bersama koleganya Dr Hu Weifeng sama-sama terinfeksi pada 18 Januari.
Dr Yi Fan, satu dari dua dokter di Wuhan, China yang dilaporkan kulitnya menghitam setelah nyawa mereka bisa diselamatkan dari Covid-19. Bersama koleganya Dr Hu Weifeng sama-sama terinfeksi pada 18 Januari. (Wuhan Central Hospital, Beijing TV Station via Daily Mail)

Sang dokter mendapatkan perawatan intensif selama dua bulan sebelum meninggal di rumah sakit pada Selasa waktu setempat (2/6/2020). 

Bersama rekannya, Dr Yi Fan, Dr Hu menjadi pemberitaan internasional karena kulit mereka menghitam ketika menerima obat virus corona.

Dilansir Daily Mirror, kulit menghitam disebabkan liver mereka yang mengalami kerusakan dikarenakan ketidakseimbangan hormon.

Peng Mei News memberitakan, pakar urologi berusia 42 tahun itu mengembuskan napas terakhir karena komplikasi yang disebabkan Covid-19.

Dokter senior di Rumah Sakit Tongji mengungkapkan sebelum meninggal, Dr Hu Weifeng mengalami koma setelah mengalami pendarahan otak pada 22 April dan menjalani operasi.

"Kami melakukan pembedahan untuk mengeluarkan cairan dari otaknya pada Sabtu (30/5/2020)," ujar dokter anonim kepada South China Morning Post.

Halaman
123
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas