Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kondisi Terkini Wuhan, Asal Covid-19 Setelah Enam Bulan Kembali Normal

Wuhan, kota yang berpenduduk 11 juta jiwa, itu sempat dikurung selama dua bulan sejak dimulai pada akhir Januari lalu.

Kondisi Terkini Wuhan, Asal Covid-19 Setelah Enam Bulan Kembali Normal
NOEL CELIS / AFP
Seorang wanita mengenakan masker menyesuaikan masker anaknya ketika mereka tiba di Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan untuk mengambil salah satu kereta pertama yang meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah Cina awal pada 8 April 2020 

TRIBUNNEWS.COM, WUHAN -- Enam bulan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengetahui kasus "virus pneumonia" yang kemudian menjadi pandemi Covid-19, kehidupan di Wuhan, kota di mana virus corona muncul, kembali normal.

Meskipun semua penduduk harus mengenakan masker di mana-mana dan tersimpan luka kesedihan mendalam akan masa-masa mengerikan saat itu.

Wuhan, kota yang berpenduduk 11 juta jiwa, itu sempat dikurung selama dua bulan sejak dimulai pada akhir Januari lalu.

Tak lain penutupan Kota Wuhan ditujukan untuk membantu membasmi virus corona di episenter awal.

Baca: Wabah di Pasar Makanan Beijing Picu Kekhawatiran Gelombang ke-2 Corona, Kemunculannya Mirip di Wuhan

Provinsi Hubei dan ibukota kota Wuhan menyumbang sebagian besar dari jumlah kasus positif Covid-19 di China yang sejauh ini berada di angka 83.531 dan 4.634 orang meninggal dunia.

"Seiring berjalannya waktu, situasi epidemi perlahan-lahan menjadi lebih baik dan virus pada dasarnya sudah musnah sekarang," ujar Residen Pan Yuan (35).

"Kita akan melepas masker ketika pergi ke beberapa tempat dengan risiko rendah. Meskipun kita diberitahu tidak perlu memakai masker di Wuhan, masyarakat masih memakai masker, "katanya.

"Saya masih merasa sedih ketika membicarakannya."

China telah berhasil menahan laju penyebaran wabah, berkat sejumlah langkah seperti pengujian luas dan pelacakan terhadap mereka yang berhubungan dekat dengan yang terpapae, meskipun bulan ini Beijing kembali menghadapi bertambahnya kasus baru.

"Ketika terjadi pada setengah tahun yang lalu, orang-orang takut akan hal itu. Saya merasa tertekan, stres karena bisa menjadi ancaman bagi keluarga saya, "tutur Li Chao, seorang ayah berusia 32 tahun di Wuhan.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas