Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

3 Provider Ponsel Terbesar Jepang Terancam Kena Pajak Radio Lebih Tinggi Jika Tak Menurunkan Tarif

Jika persaingan harga di masing-masing perusahaan tidak berjalan dengan baik, operator telepon seluler akan membayar gelombang radio kepada pemerintah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in 3 Provider Ponsel Terbesar Jepang Terancam Kena Pajak Radio Lebih Tinggi Jika Tak Menurunkan Tarif
Foto Sankei
Tiga provider ponsel terbesar di Jepang, Docomo, KDDI (Au) dan Softbank. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang mengancam akan mengenakan pajak radio lebih tinggi kepada tiga provider ponsel terbesar di Jepang, Docomo, KDDI (Au) serta Softbank jika biaya dasar telepon tidak diturunkan.

"Situasi penguasaan ponsel Jepang oleh tiga perusahaan besar terus berlanjut, dan jika persaingan harga masing-masing perusahaan tidak berjalan dengan baik, tetap mahal, operator telepon seluler akan membayar negara lebih. Perlu dilakukan tindakan menaikkan pajak radio (gelombang internet)," ungkap Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, Minggu (13/9/2020).

Dalam hal ini, Suga menunjukkan bahwa bisnis telepon seluler terus diduduki oleh tiga perusahaan besar tersebut.

"Sambil berkonsultasi dengan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi, kami akan menciptakan sistem yang sangat transparan dan kompetitif dengan mengubah undang-undang dan mengerjakannya. Namun, tarif seluler masih tinggi. Kami harus meninjau kembali tarif penggunaan (pajak) radio," kata Suga.

Baca: Pelaku Pencurian Uang Lewat Aplikasi Docomo Jepang Diduga Berasal dari Perfektur Niigata

Jika persaingan harga di masing-masing perusahaan tidak berjalan dengan baik, operator telepon seluler akan membayar "gelombang radio" kepada pemerintah.

Suga juga mengungkapkan gagasan bahwa perlu dilakukan tindakan termasuk menaikkan "biaya penggunaan".

Rekomendasi Untuk Anda

"Operator telepon seluler sedang mengembangkan layanan dengan menerima gelombang radio publik yang penting dari masyarakat. Dalam keadaan seperti itu, masih nyaman dan mudah digunakan oleh masyarakat, dan sangat penting bahwa itu murah," kata Suga.

Sementara itu baru terbit Buku "Rahasia Ninja di Jepang", pertama di dunia cerita non-fiksi kehidupan Ninja di Jepang dalam bahasa Indonesia, silakan tanyakan ke: info@ninjaindonesia.com

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas