Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Bocah 13 Tahun Dihukum 10 Tahun Penjara karena Penistaan Agama, Ucapkan Kata Kotor terhadap Tuhan

Seorang bocah berusia 13 tahun dihukum 10 tahun penjara karena penistaan agama. Ia mengucapkan kata-kata kotor terhadap Tuhan.

Penulis: Citra Agusta Putri Anastasia
Editor: Daryono
zoom-in Bocah 13 Tahun Dihukum 10 Tahun Penjara karena Penistaan Agama, Ucapkan Kata Kotor terhadap Tuhan
Pexels.com
Seorang bocah berusia 13 tahun dihukum 10 tahun penjara karena penistaan agama. 

Sebab, massa turun ke rumah Farouq setelah penangkapannya.

"Semua orang di sini takut untuk berbicara dan hidup di bawah ketakutan akan serangan pembalasan," ujar Alapinni.

Baca: Ahok Lelang 19 Baju Batik yang Pernah Dia Pakai di Sidang Kasus Penistaan Agama

Baca: Menlu Kecam Pembakaran Al-Quran dan Publikasi Ulang Kartun Nabi Muhammad

Tanggapan UNICEF

UNICEF, organisasi PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan dan kesejahteraan jangka panjang kepada anak-anak dan ibunya di negara berkembang, memberikan tanggapan tentang kasus Farouq.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (16/9/2020), UNICEF mengungkapkan keprihatinan yang mendalam tentang hukuman itu.

"Hukuman terhadap anak ini - Omar Farouq yang berusia 13 tahun - 10 tahun penjara adalah sebuah kesalahan."

"Ini juga meniadakan semua prinsip dasar hak anak dan keadilan anak yang telah ditandatangani Nigeria - dan implikasinya, Negara Bagian Kano -" kata Peter Hawkins, perwakilan UNICEF di Nigeria.

UNICEF merupakan sebuah organisasi di bawah naungan PBB yang berfokus pada kesejahteraan anak dan ibu di negara berkembang.
UNICEF merupakan sebuah organisasi di bawah naungan PBB yang berfokus pada kesejahteraan anak dan ibu di negara berkembang. (unicef.org)
Berita Rekomendasi

UNICEF telah meminta pemerintah Nigeria dan Negar Bagian Kano untuk segera meninjau kasus tersebut.

Organisasi itu juga meminta untuk pemerintah agar membatalkan hukuman kepada Farouq.

Kasus seperti yang dialami Farouq semakin menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk mempercepat berlakunya RUU Perlindungan Anak Negara Bagian Kano.

Hal itu untuk memastikan bahwa semua anak di bawah 18 tahun, termasuk Omar Farouq, dilindungi.

"Semua anak di Kano layak diperlakukan sesuai dengan standar hak anak," ujar Hawkins.

Diketahui, Negara Bagian Kano seperti kebanyakan negara bagian yang didominasi Muslim di Nigeria.

Negara ini menerapkan hukum Syariah di samping hukum sekuler.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas